Cegah Kebakaran Hutan, Pemerintah Siapkan Dana Rp 165 M Lebih

E-mail Print PDF
Foto: IntPemerintah masih terus berupaya menanggulangi kebakaran hutan yang sering terjadi di Indonesia, salah satunya di Riau. Pemerintah harus mengeluarkan kocek Rp 165 miliar lebih untuk menanggulangi kebakaran hutan tersebut.

“Tadi sudah dibahas. Dari Kemenhut (Kementerian Kehutanan) sebesar Rp 165 miliar. Totalnya berapa, belum tahu. Dari (yang lain lainnya) kami belum tahu,” ujar Menko Kesra Agung Laksono.

Hal itu ia sampaikan usai rakor mengenai kesiapan daerah dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan dengan sejumlah menteri terkait di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (26/5/2011), seperti dilansir detik.com.

Agung mengaku dana penanggulangan kebakaran hutan tersebut diambil dari dana APBN dan APBD. Meskipun sudah ada tawaran dari pihak asing untuk meminjamkan dana dalam penanggulangan ini, namun pemerintah menghindarinya.

“Tapi sebaiknya kami menghindari bantuan dan lebih menggunakan tenaga sendiri,” jelasnya.

Dalam penanggulangan tersebut, lanjut Agung, pemerintah akan berupaya mengadakan alat ekskavator. “Sehingga masyarakat dapat memindahkan kayu-kayu agar tidak dibakar,” ungkapnya.

Agung mengatakan, puncak kebakaran hutan terjadi pada bulan Agustus-Oktober. Meskipun selama 4 tahun terakhir titik api sudah menurun drastis. Pada bulan Mei 2011, jumlah titik api di Indonesia malah lebih kecil dari jumlah titik api di Semenanjung Malaysia.

“4 Tahun terakhir menurun drastis sehingga tidak ada keluhan dari negara tetangga,” jelasnya.

Jumlah titik api di seluruh Indonesia berdasarkan citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yakni: 2006 (146.264 titik), 2007 (37.909 titik), 2008 ( 30.616 titik), 2009 (29.463 titik), 2010 (9.898 titik), 2011 (1.585 titik).

Agung menjelaskan dari BMKG, arah angin saat ini menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura. Sehingga fokus pemerintah saat ini kepada 6 provinsi yaitu Jambi, Riau, Kalbar, Kalteng, Sumut, dan Sumsel.

Selain itu, pemerintah berupaya melakukan pencegahan dengan melakukan sosialisasi kepada petani. “Karena 20 persen kebakaran yang terjadi berada di kawasan hutan,” tandasnya.

Sosialisasi juga dilakukan terhadap lahan gambut agar tetap berair. Gambut sendiri sangat peka terhadap panas. Dalam sosialisasi ini, Pemda dan Kabupaten yang paling utama dalam proses penguatan peralatan dan SDM. “Sedangkan Pemprov memback-up itu. Sepenuhnya didukung pemerintah pusat,” ungkapnya. (*)

Mukhtar | Edited by Rbc

TRANSLATE
Cegah Kebakaran Hutan, Pemerintah Siapkan Dana Rp 165 M Lebih
Cegah Kebakaran Hutan, Pemerintah Siapkan Dana Rp 165 M Lebih
 
 

 


 


 


 


 


Copyright © 2010 RiauBisnis.com Portal News
50 thn Bank Panin
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/5
 

Majalah Venues Online