Jumat malam (23/12/2012), Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Riau umumkan penerima Riau Investment Award (RIA) 2011. Kategori penerima penghargaan ini, masih tetap seperti tahun lalu yang diberikan oleh BPMPD Riau, yakni Kabupaten dan Kota Terbaik, Kabupaten Pemekaran Terbaik, dan juga Pengusaha Lokal Terbaik, dan Bidang Usaha Lokal. Menurut Kepala BPMPD Provinsi Riau, Feizal Qamar Karim, khusus Kategori Kabupaten/Kota, kita menilainya berdasarkan kemudahan regulasi yang diberikan kepada investor. Lalu, daerah tersebut memiliki kemampuan menarik investor serta mampu membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya terhadap tenaga kerja lokal. Lalu, adanya kegiatan investasi serta banyaknya investasi yang masuk ke daerah tersebut,” papar Feizal seusai acara RIA 2011 di Hotel Pangeran Pekanbaru.
RIA 2011 diselenggarakan di Hotel Pangeran Pekanbaru, Jumat malam (23/12/2012). Dalam rangkaian acara, BPMPD Provinsi Riau tayangkan profil para penerima penghargaan tertinggi bidang investasi di Riau. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Riau, HR Mambang Mit.
Khusus Kategori Pengusaha Lokal, H Basrizal Koto berhak menerima penghargaan. Sebab, dari ketokohan Basrizal, pengusaha ini mampu meningkatkan nilai investasi dan dinilai berdaya guna bagi daerah.
Sementara itu, Kategori Bidang Usaha non Lokal, penghargaan diberikan kepada PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Lalu, Kategori Kabupaten/Kota yang dinilai banyak mendatangkan investasi melalui kebijakan regulasinya, peringkat pertama diraih oleh Kabupaten Rokan Hulu, peringkat kedua Kabupaten Indragiri Hilir, dan peringkat ketiga Kabupaten Kepulauan Meranti. Sementara itu, khusus Kategori Kabupaten Pemekaran, Kepulauan Meranti berhak mendapatkannya.
“Dengan diselenggarakannya Riau Investment Award ini, kita sangat berharap, ada upaya di masing-masing kabupaten dan kota di Riau untuk meningkatkan serta membenahi iklim investasi. Sebab, dengan cara demikian, salah satu cara untuk ikut dalam mensejahterakan masyarakat serta timbul pemerataan pembangunan,” kata Feizal .
Tidak itu saja, penghargaan ini diharapkan mampu mendorong perbaikan iklim investasi di Riau, sehingga persoalan serta kendala yang selama ini dirasakan oleh investor, tidak terjadi lagi.
“Ini kita harapkan tidak sebatas acara seremonial saja, namun lebih dari itu kita harapkan agar daerah di Riau bisa termotivasi untuk bisa berbuat lebih lagi di masa yang akan datang,” harapnya.
Dalam kata sambutannya, Wakil Gubernur Riau, HR Mambang Mit sangat menyambut baik atas penghargaan yang diberikan kepada masing-masing kategori. Diharapkan, dengan diselenggarakannya RIA ini, setiap kab/kota serta pengusaha lokal di Riau memiliki prinsip serta keberanian dalam membangun berinvestasi di Riau.
”Dalam upaya peningkatan iklim investasi di daerah, dari sektor pengembangan infrastruktur menjadi sangat prioritas. Tidak saja bagi pemerintah di tingkat kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Riau juga demikian,” harapnya.
Lebih jauh kata Wagubri, setiap kab/kota di Riau diharapkan mampu menggali potensi baru di daerahnya. Sebab, dengan demikian, akan ada peningkatan perekonomian secara berkelanjutan.
“Bila komitmen ini sudah ditanamkan oleh semua pihak yang terkait, program Pemprov Riau dalam mewujudkan Visi Riau 2020 sebagai Pusat Perdagangan dan Jasa di Asia Tenggara pada Tahun 2020, akan terwujud,” tegasnya.
RIA 2010
Pada penyelenggaraan RIA 2010 lalu, untuk Kategori Pengusaha Lokal, diberikan kepada tiga pengusaha lokal terbaik di Riau, yakni, Rida K Liamsi, Niko Demus Kasan Kurniawan, dan Martias.
Investor peraih Riau Invesment Award terbaik 2010, tim penilai menjatuhkan pilihan kepada sosok Rida K Liamsi, sebagai pengusaha yang memiliki komitmen dengan mengembangkan sektor usaha media. Rida dinobatkan sebagai investor terbaik atas dedikasi dan komitmennya, menumbuhkembangkan perusahaan media di provinsi Riau. Bahkan berkembang hingga ke provinsi tetangga seperti Sumatera Barat, Kepulauan Riau dan Sumatera Utara.
Sedangkan untuk investor terbaik diperingkat II, diberikan kepada Nico Demus Kasan Kurniawan, yang merupakan investor sekaligus Owner Grand Zuri Group, perusahaan yang bergerak dibidang properti dan perhotelan, yang sukses mengembangkan perusahaannya di Riau.
Saat ini, Grand Zuri Grup sudah berhasil menguasai dunia perhotelan di Riau. Hal ini dapat dilihat berdirinya sejumlah hotel milik perusahaan Nico Demus ini di hampir semua daerah padat penduduk di Riau, seperti di Duri Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, Kota Pekanbaru, hingga beberapa provinsi lainnya.
Untuk investor lokal terbaik ketiga, dianugerahkkan kepada Martias, yang notabene merupakan Owner PT Ciliandra Perkasa Group. Indikator penilaian sebagai investor lokal terbaik ini dapat dilihat komitmen perusahaan ini, dalam mengembangkan investasi dan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian Riau.
Antara lain, dengan memberikan lapangan pekerjaan yang saat ini sudah mempekerjakan 80 ribu tenaga kerja, dengan total investasi Rp 5,5 triliun. Perusahaan perkebunan milik Putra Bengkalis ini, memiliki 10 anak perusahaan di Riau, selain itu juga memiliki 8 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Riau.
Selain itu, Kategori Kabupaten/Kota Terbaik di Riau dalam menumbuh kembangkan potensi investasi, Kabupaten Indragiri Hilir menjadi nomitor terbaik, dengan nilai tertinggi yakni 85,52 point. Peringkat kedua, diduduki Kota Pekanbaru dengan nilai 81,89 point dan berada peringkat ketiga diraih Kota Dumai, dengan nilai 81,76 point.
Dalam anugerah ini, Pemerintah Provinsi Riau juga menganugerahkan sekaligus menobatkan Kabupaten Rokan Hulu, sebagai peraih spesial RIA 2010. Pemberian anugerah ini dalam rangka meningkatkan daya saing investasi di provinsi Riau.(*)
Parlindungan | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






