Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengharapkan agar aksi jahit mulut di depan Gedung DPR Senayan yang dilakukan segelintar orang yang mengaku dari warga Pulau Rupat, Meranti, Riau dihentikan.
“Aksi seperti itu bisa mengganggu iklim investasi. Karena citra kita dimata dunia bisa buruk, dan orang jadi malas berivestasi,” jelas ketua Apindo Sofyan Wanandi seperti dilansir okezone.com, Selasa (20/12/2012).
Menurut Sofyan, kalangan pengusaha memang pada prinsipnya tidak terpengaruh dengan aksi-aksi menekan seperti itu. “Hanya masalahnya jika dibiarkan berlarut-larut, akan berdampak pada citra Indonesia. Akan ada kesan, Indonesia bukan sebagai tempat investasi, bukan tempat yang aman meski mencatat pertumbuhan ekonomi yang baik di dunia,” urainya.
Hal senada diungkapkan Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Nanang Rofandi. Menurut Nanang, izin hutan tanaman industri (HTI) yang diberikan kepada perusahaan merupakan izin pinjam pakai yang merupakan hutan negara.
Menurutnya persoalan tersebut terjadi karena banyaknya perambah. Dia menuturkan, ada masyarakat yang mengklaim tanah negara sebagai tanah mereka. “Ini persoalannya, sehingga penyelesaian berlarut-larut dan pernah selesai. Buruknya lagi, masyarakat seolah-olah berada pada pihak dirugikan, padahal mereka perambah,” tambah Nanang. (*)
Mukhtar | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






