Tampaknya, Pemerintah Provinsi Bali terus mengembangkan potensi pariwisatanya di Bali. Terlihat, sejumah lokasi pariwisata di Pulau Dewata ini terus berkembang pesat seiring tak berhentinya wisatawan mengunjungi pulau indah ini.
Sebahagian besar warga setempat optimis, hingga puluhan atau ratusan tahun ke depan, Bali tetap akan menjadi objek wisata andalan Indonesia. “Bali adalah tempat wisata yang memiliki nilai budaya serta jiwa sosial yang tinggi. Sehingga, wisatawan tetap ramai datang ke Bali, baik dari dalam maupun dari luar negeri,” kata Nyoman Arse kepada riaubisnis.com, Kamis 14/7/2011) di Denpasar.
Hampir di seluruh daerah penjuru di Bali, memiliki daya tarik serta keunikan infrastruktur tersendiri. Khas bangunan serta ornamen-ornamennya yang sudah hapal oleh pandangan kita, seakan-akan menunjukkan tentang konsistensiannya pemerintah setempat dalam meragamkan corak seni dan budayanya.
Namun, dari pengamatan riaubisnis.com, seluruh penjuru jalan serta di depan rumah warga dihiasi dengan janur, atau yang mereka sebut penjor. Penjor ini dipasang bersamaan Hari Raya Galungan dan Kuningan dari 6-16 Juli 2011.
Walaupun sebahagian bentuk infrastrukturnya masih bersifat tradisional, tampaknya nuansa lokalitas ini patut dituru juga oleh Riau. Sebab, di Riau tidak terlalu asing bila memberlakukan apa yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Kondisi masyarakat Riau yang heterogen, tidak menutup kemungkinan setiap ornamen serta infrastruktur bangunan lainnya tetap mengedepankan lokalitas Melayu.
Mudah-mudahan, bila Riau dapat menerapkan sedikit saja apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali dalam mengembangkan kepariwisataanya, Riau dapat menjadi daerah yang juga dikunjungi banyak wisatawan.(*)
Parlindungan | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






