Tempat usaha konveksi itu masih terlihat cukup ramai saat riaubisnis.com menyambanginya beberapa waktu lalu. Sang empunya pun juga terlihat sibuk melayani salah seorang pelanggannya. Cukup lama, sampai akhirnya ia dengan senyumnya menghampiri kami untuk sesi wawancara sesuai dengan janji sebelumnya.
Nama lengkapnya Rahmat Adi Suryono. Tapi orang-orang di sekitarnya lebih terbiasa memanggilnya dengan nama Suryo. Penampilannya begitu sederhana, tak terlihat kalau laki-laki ini adalah salah seorang pengusaha muda yang cukup sukses di bidang konveksi di Pekanbaru.
“Saya ini berasal dari keluarga yang tidak mampu, jadi apa yang saya sudah dapatkan pada hari ini adalah buah dari keinginan untuk bisa merubah nasib. Tapi saya tidak ingin terlena menikmatinya,” ujar Suryo.
Hidup, menurutnya, adalah sebuah proses. Dan ia sangat yakin kalau semestinya setiap orang bisa merubah hidupnya bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya, tergantung dari niat dan usahanya. Sampai hari ini, Suryo malah tidak pernah menyangka, kalau pada akhirnya ia bisa menjadi salah seorang pengusaha konveksi. Dengan hanya bermodalkan pendidikan hingga SMP, rasanya sulit diterima bagaimana akhirnya ia punya usaha sendiri dan puluhan karyawan. “Awalnya memang tidak percaya, karena memang dari awalnya saya niatnya hanya bekerja dan membantu orang tua,” ungkapnya.
Sejak Kecil Ingin Jadi Tentara
Tapi siapa sangka, meski dengan ukuran tubuhnya yang tidak terlalu besar, namun sejak kecil justru Suryo berharap bisa menjadi seorang tentara seperti yang diharapkan orang tuanya. Meski itu bukan atas dasar keinginannya, namun Suryo secara pribadi juga punya keinginan yang sama dengan orang tuanya, terutama Sang Bapak. Karena pada waktu itu ada sedikit kebanggaan menjadi seorang tentara. “Cita-cita menjadi seorang tentara adalah keinginan Bapak dari dulu, karena harapan tersebut tidak kesampaian. Makanya Bapak berharap salah satu anaknya bisa mewujudkan cita-cita tersebut," terangnya.
Suryo yang merupakan anak sulung dari empat bersaudara. Memang menjadi harapan terbesar keluarga. Namun, apa hendak dikata, ketidakmampuan ekonomi keluarga membuat laki-laki yang lahir pada tahun 1972 ini harus memendam asa yang begitu tinggi itu.
Kegagalan mewujudkan cita-cita tersebut serta kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA setelah menyelesaikan studinya di sebuah SMP di Gunung Sari, yang pada akhirnya menuntun langkahnya untuk hijrah ke Pekanbaru.
“Saya ke Pekanbaru sekitar tahun 1998. Pada waktu itu saya ikut teman untuk bekerja di Pekanbaru. Saya bekerja apa saja, asal bisa dapat uang,” ujarnya.
Untuk itulah, kata Suryo, ia mau bekerja sebagai pembantu dan juga tukang kebun di salah satu keluarga di Pekanbaru, yaitu Abdirman. Yang menurut keterangan Suryo, saat ini adalah pemilik dari pusat perbelanjaan Hawai yang ada di jalan Tuanku Tambusai, di samping Plaza Citra Pekanbaru.
Beberapa lama bekerja sebagai pembantu di rumah Abdirman, akhirnya Ia ditawari kerjaan baru sebagai salah seorang karya di toko konveksi milik pengusaha tersebut, sayangnya menurut Suryo karena tidak serius mengembangkan usahanya tersebut. Abdirman berniat menutup usahanya.
Tapi siapa sangka, justru itu adalah awal dari keberuntungan yang pada akhirnya menuntunnya menjadi salah satu pengusaha konveksi yang cukup disegani di Kota Pekanbaru ini.
“Jadi saya waktu itu berpikir bagaimana kalau usaha pak Abdirman tersebut saya lanjutkan saja, karena saya pikir selama ini toko tersebut punya pelanggan tetap, jadi sayang kalau harus ditutup,” terangnya.
Namun pada waktu itu Ia bisa memahami keinginan Abdirman untuk menutup usaha tersebut, apalagi saat ini Ia juga punya usaha lain yang lebih menjanjikan untuk dikembangkan.
Akhirnya dengan niat yang begitu besar untuk maju, Suryo memberanikan diri untuk menyampaikan keinginannya mengambil alih usaha tersebut. Abdirman justru mendukung rencana tersebut, bermodalkan beberapa peralatan dan bahan yang memang milik Abdirman, Suryo akhirnya mulai menjalankan usahanya dengan modal awal sebesar Rp 5 juta.
“Karena mendapat izin, akhirnya saya mulai mengembangkan usaha konveksi ini, dengan mempekerjakan beberapa orang untuk membantu,” kata Suryo.
Usaha yang mulai Ia jalankan sejak tahun 2000 tersebut, pada awalnya mengalami hambatan yang cukup berarti meski tidak sampai pada keinginan untuk menutup tempat usahanya.
Sekitar 5 tahun pertama menurutnya adalah masa-masa sulit dimana Ia harus berfikir keras bagaimana usaha yang dijalankan tetap berjalan, gaji karyawaannya yang pada saat itu hanya beberapa orang bisa tetap dibayarkan sesuai jadwal.
Bermodalkan keyakinan, kejujuran dan sabar dalam menjalankan usahanya, usaha yang dijalankan perlahan mulai memperlihatkan kemajuan yang cukup berarti, hingga pada akhirnya setelah hampir 10 tahun menjalankan usahanya, Suryo akhirnya bisa menikmati hasil jerih payahnya.
“Alhamdulillah, saat ini usaha ini sudah sangat berkembang, sekarang saya dibantu sekitar 30-an orang karyawan yang siap mengerjakan setiap orderan yang datang,” ujar suami dari Bumanfitri ini.
Dalam menjalankan usahanya, Suryo mengaku lebih menekankan pada sisi kekeluargaan. Meski beberapa karyawannya merupakan keluarga dekatnya, namun Ia tetap profesional memperlakukan semua karyawannya.
Untuk itu, Ia juga mengajarkan para karyawannya untuk bisa mandiri suatu saat nanti. Kalau memang menurutnya beberapa diantara karyawannya bisa mendiri, Ia sarankan agar berusaha memiliki usaha sendiri. “Jangan sampai selamanya kita menjadi karyawan, kalau memang mampu dan siap, saya juga akan siap membantu,” janjinya.
Punya Keluarga yang Terus Mendukungnya
Suryo patut bersyukur, selain bisa menikmati hasil dari usaha dari konveksinya, isteri tercintanya, Bumanfitri juga adalah tipikal isteri yang mampu mendorongnya untuk terus maju.
Diakuinya apa yang didapatnya saat ini juga merupakan buah dari dorongan sang isteri. Keluarga menurutnya adalah salah satu faktor penting dalam hidupnya. Tanpa istri dan kuarga besarnya, Suryo yakin, Ia tidak akan bisa seperti sekarang ini.
Ayah dari Suffi dan Rahmat ini, sangat berterima kasih punya keluarga yang senantiasa mampu mendorongnya untuk tetap tegar dalam menjalankan hidup, dan Ia berjanji akan terus berusaha untuk bisa lebih maju lagi dan itu semua Ia lakukan untuk keluarga.
Namun untuk urusan masa depan anak-anaknya, Suryo tidak mau menekankan kalau nanti putra-putrinya mengikuti jejak orangtuanya. Namun Ia juga tidak menyalahkan kalau nanti ada salah satu diantaranya mengikuti jejaknya.
“Berharap akan yang akan melanjutkan usaha ini tentu saja, tapi saya tidak akan paksa mereka mengikuti jalan yang saya ambil, mereka bisa menjadi apapun yang mereka inginkan,” ujarnya bijak.
Suryo sangat paham, bahwa potensi setiap orang juga berbeda-beda, jadi apapun nanti yang dipilih abak-anaknya adalah sesuatu yang tidak bisa dilawannya. “Asalkan mereka jadi orang yang berguna,” ujarnya.
Tapi tentu saja ini berharap salah satu dari anak-nakanya bisa melanjutkan usaha yang sudah Ia rintis sejak lama. Karena usaha konveksi tersebutlah yang selama ini telah menghidupi keluarganya.
Tapi masih ada satu keinginan yang menurutnya sampai saat ini masih tetap saja mengganjal. Ia masih tetap berharap ada salah seorang keturunannya nanti menjadi seorang anggota militer, karena ini adalah salah satu harap orang tuanya sejak lama. “Kalau saya tidak bisa, mudah-mudahan nanti ada ada yang bisa,” ujarnya.
Hanya Ingin Bahagiakan Orang Tua
Tak banyak harapan yang ingin Ia raih dalam hidupnya, selain bisa membesarkan anak-anaknya dengan layak. Satu hal yang menjadi kewajibannya adalah membahagiakan kedua orang tuanya.
Orang tua, menurutnya, harta yang paling berharga di samping anak isteri yang selama ini selalu menemaninya dalam suka atau pun duka. Meski saat ini belum bisa membawa kedua orang tuanya ke Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Tapi suatu saat nanti, Suryo bisa melaksanakan harapannya tersebut.
“Saya hanya berharap bisa membahagiakan kedua orang tua yang memang masih ada. Setelah itu baru keluarga lainnya. Saya ingin berbagi dengan semua atas apa yang saya dapat selama ini,” tuturnya.
Untuk itu diakhir pembicaraan, Suryo berpesan agar dalam menjalankan kehidupan ini bisa menjadi orang dan jujur. “Dalam bekerja juga harus tekun dan yakinkan diri kalau kita mampu menjadi apa pun yang kita inginkan. Itu kuncinya,” pungkas Suryo.(*)
Mukhtar, Erfan | Edited by Mukhtar



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






