Filosofi Bisnis si Juragan Otomotif

E-mail Print PDF

Agaknya, pepatah yang mengatakan, memulai bisnis dari hal yang dicintai bakal lebih moncer, berlaku bagi Hendra Hasri. Merintis bisnis otomotif karena cinta, kini jaringan bisnisnya tumbuh dan merambah ke sektor lainnya mulai dari perbankan hingga perhotelan.

Pria kelahiran Padang, Sumatera Barat, ini memutuskan merantau ke Pekanbaru setelah tamat SMA pada 1985 silam. Di tanah perantauan, dia memilih berbisnis otomotif dengan mendirikan Delta Asesoris. Pilihan Hendra menjadi pebisnis ternyata tidak salah, karena kini dia berhasil menjadi juragan otomotif.

“Dari kecil saya sudah cinta dunia otomotif. Senang rasanya bermimpi punya mobil keren bagus dan mahal. Makanya, saya pilih berbisnis otomotif karena ngerti dan memang cinta. Kalau main di bisnis yang kita gak ngerti meski trennya bagus tapi kita bisa loss,” ungkap Hendra Hasri.

Seperti kebanyakan pebisnis tangguh lainnya, Hendra memulai bisnisnya dari nol dan melalui masa-masa sulit di awal berdirinya Delta Asesoris. Tapi berkat keuletannya, Delta Asesoris pun melesat menjadi kios asesoris terkenal. Hampir semua dealer mobil di Pekanbaru membeli asesoris mobilnya di Delta Asesoris.

“Pebisnis tangguh, waktu susah harus bangkit. Kalau mengeluh terus kapan majunya, semua itu tantangan,” imbuh dia.

Tapi Hendra tak lantas puas. Sukses di Delta Asesoris membuatnya berpikir untuk mengembangkan bisnisnya lebih jauh lagi. Insting bisnisnya mencium ada peluang besar di usaha jual beli mobil bekas. Pada 1987, Hendra lalu mendirikan Vinsa Motor, perusahaannya yang bergerak dalam bisnis jual beli mobil bekas.

Karena punya relasi yang lumayan banyak, Hendra tak sulit memasarkan mobil bekas miliknya. Alhasil, Vinsa Motor kemudian menjelma menjadi perusahaan besar. Sukses berbisnis mobil bekas, Hendra melirik bisnis lainnya yang lagi-lagi tak jauh dari kegemarannya di dunia otomotif.

Hendra dengan salah satu koleksi mobil sport miliknyaDia melihat peluang pangsa pasar penjualan mobil yang makin tumbuh pesat. Apalagi di Riau pertumbuhan ekonomi juga tinggi. Akhirnya, pada 1997 Vinsa Motor diubah menjadi PT Vinsa Indo Sejahtera sebagai main dealer menjual mobil pabrikan Amerika Serikat, yakni Opel dan Chevrolet.

Karena berpengalaman di bisnis otomotif, dia tak butuh waktu lama untuk melakukan penetrasi pasar untuk menjual Chevrolet dan Opel di Riau. Apalagi tren pasar penjualan mobil di Riau yang terus potensial mendukung tumbuhnya bisnis otomotif.

“Di Riau, dalam sebulan semua merek seribu unit lebih terjual. Mobil bekas malah bisa 600 unit lebih terjual untuk semua merek. Belum lagi industri turunannya. Ini bukti peluang bisnis otomotif di Riau sangat potensial,” tuturnya.

Memang diakui Hendra, PT Vinsa masih belum menguasai pasar penjualan mobil di Riau karena market share-nya yang relatif masih kecil. Tapi hitung-hitungan Hendra dengan tren jumlah permintaan yang bergerak progresif, penjualan mobil Chevrolet dan Opel diyakini bakal terus tumbuh. “Ke depan, kami yakin penjualan mobil merek Chevrolet dan Opel bisa meningkat dan menjangkau sampai ke kabupaten/kota,” ujarnya optimis.

Meski kini persaingan di bisnis otomotif makin sengit, Hendra tetap yakin dia mampu bertahan. Dia punya cara jitu untuk bersaing dengan kompetitornya. “Jangan kecewakan costumer. Sekali costumer kecewa pasti mereka malas datang ke tempat kita lagi. Apalagi kalau kita merugikan konsumen. Kita dapat duitnya cuma sekali saja. Bisnis itu intinya kepercayaan,” tandasnya.

“Permudah juga prosesnya, kasih harga terjangkau, bunga yang murah dan spare part yang bergaransi. Tidak masalah biar rugi sedikit yang penting costumer puas. Mengalah untuk menang itu perlu untuk menjaga relasi bisnis,” tambahnya lagi.

Hendra juga tengah mengembangkan sayap bisnisnya ke bisnis transportasi. Dia mendirikan perusahaan Riau Taxi, taksi pertama di Pekanbaru yang komitmen memakai argometer. Hendra juga tercatat sebagai pemilik sebuah Bank Perkreditan Rakyat dan hotel serta main dealer sebuah merek motor terkenal di Riau.

“Berbisnis itu memang harus berkembang, tapi yang paling utama dari berbisnis adalah bisa saling berbagi dan menolong banyak orang. Kalau sudah begitu ada perasaan puas dalam diri,” katanya.

Bermitra dengan Bawahan

Meski jadi juragan di perusahaan besar, hal itu tidak membuat Hendra lantas jumawa. Dia menganggap rekan bisnis dan anak buah adalah aset berharga yang harus dijaga kepercayaannya. Karena filosofi itulah hendra memiliki perhatian besar kepada anak buahnya.

Hendra Hasri (tiga dari kiri) bersama dengan keluarganyaSaking perhatiannya, pernah suatu malam saat mengontrol kantor, Hendra tak sungkan membeli gorengan untuk para anak buahnya yang bertugas waktu itu. Dia bahkan tak sungkan untuk sekedar nongkrong sambil mengobrol bersama para bawahannya.

“Anak buah harus dianggap mitra bukan bawahan. Kalau bawahan sewaktu-waktu mereka bisa tidak loyal. Tapi kalau mitra, sifatnya saling menguntungkan dan sama-sama butuh. Harus mau mendengar apa keluhannya. Dengan begitu hubungan baik bisa terjaga,” ucapnya berfilosofi.

Di sela-sela kesibukannya, Hendra gemar menekuni olahraga off road. Untuk hobinya yang satu ini, dia bahkan rela merogoh koceknya hingga jutaan rupiah cuma untuk memodifikasi mobil off road miliknya. Malah ayah 3 anak ini mengoleksi 4 buah mobil off road.

”Memang biaya modifikasinya bisa sampai puluhan juta. Tapi ada kepuasan tersendiri kalau sudah melihat hasil modifikasinya, sekalian ngilangin stress,” ucapnya seraya tersenyum. Saking hobinya, tak jarang Hendra ikut ambil bagian dalam beberapa kejuaraan off road. Tak jarang, dia berhasil merengkuh gelar juara di kejuaraan off road baik di Riau maupun di luar Riau. (*)

Bio File

Nama                            : Hendra Hasri

Tempat, Tanggal Lahir    : Padang, 28 Juli 1968

Pekerjaan                      : Owner PT Vinsa Indo Sejahtera (main dealer mobil Chevrolet dan Opel)

                                      Owner Riau Taxi

Istri                               : Lisma Janti,

Anak                             : Elsa Natasya

                                      Kevin Devianto

                                      Thania Vinzalia  

Hobi                             : Off Road, Traveling

Zuprianto | Edited by Parlindungan                

 

TRANSLATE
Filosofi Bisnis si Juragan Otomotif
Filosofi Bisnis si Juragan Otomotif
 
 

 


 


 


 


 


Copyright © 2010 RiauBisnis.com Portal News
50 thn Bank Panin
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/5
 

Majalah Venues Online