23 Juni merupakan Hari Jadi Kota Pekanbaru. Tepat usianya ke-227 di tahun ini sejak berdiri 1784 silam. Dengan usianya yang sudah terbilang tua ini, tentunya banyak harapan serta kritikan demi kelengkapan kemeriahan hari jadi yang sudah beberapa minggu ini dirayakan.
Melihat sejarah berdirinya Kota Bertuah ini, telah terbilang ada sikap singkronisasi antara Visi Pemerintah Kota Pekanbaru dengan sejarah masa lalu. Visi itu memuat, Terwujudnya Kota Pekanbaru sebagai Pusat Perdagangan dan Jasa, Pendidikan serta Pusat Kebudayaan Melayu, Menuju Masyarakat Sejahtera yang Berlandaskan Iman dan Taqwa.
Sejarah Berdirinya Kota Pekanbaru
Histori masa silam, nama Pekanbaru dahulunya dikenal dengan nama Senapelan ini, begitu erat sekali kaitannya dengan Sungai Siak. Sungai Siak pada masa itu juga telah dijadikan sebagai sarana transportasi untuk berdagang. Senapelan yang pada saat itu dipimpin oleh seorang Kepala Suku disebut Batin, sebelumnya daerah itu sebagai lokasi perladangan, yang kemudian lambat laun menjadi sebuah perkampungan.
Kemudian, perkampungan Senapelan berpindah ke tempat pemukiman baru yang kemudian disebut Dusun Payung Sekaki yang terletak di tepi muara Sungai Siak. Jasa Sungai Siak tidak saja sebagai sarana transportasi, tetapi perkembangan Senapelan berhubungan erat dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura.
Seperti cerita yang banyak dibahas terkait sejarah lahirnya Kota Pekanbaru, semenjak Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah menetap di Senapelan, beliau membangun istananya di Kampung Bukit berdekatan dengan perkampungan Senapelan. Istana itu terletak di sekitar Masjid Raya, Senapelan sekarang.
Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah mempunyai inisiatif untuk membuat Pekan di Senapelan tetapi tidak berkembang. Usaha yang telah dirintis tersebut kemudian dilanjutkan oleh putranya Raja Muda Muhammad Ali di tempat baru yaitu di sekitar pelabuhan sekarang.
Tepatnya Selasa, 21 Rajah 1204 Hijriah atau tanggal 23 Juni 1784 Masehi, berdasarkan musyawarah datuk-datuk empat suku (Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar, dan Kampar), Negeri Senapelan diganti namanya menjadi Pekan Baharu, selanjutnya diperingati sebagai hari lahir Kota Pekanbaru. Mulai saat itu, sebutan Senapelan sudah ditinggalkan dan mulai populer sebutan Pekan Baharu, yang dalam bahasa sehari-hari disebut Pekanbaru.
Tidak sampai di situ, perkembangan pemerintahan di Kota Pekanbaru mengalami banyak perubahan, di antaranya adalah, SK Kerajaan Besluit van Her Inlanche Zelf Bestuur van Siak Nomor 1 tanggal 19 Oktober 1919, Pekanbaru merupakan bagian dari Kerajaan Siak yang disebut District. Lalu, pada tahun 1931, Pekanbaru masuk wilayah Kampar Kiri yang dikepalai oleh seorang Controleur berkedudukan di Pekanbaru.
Kemudian, tanggal 8 Maret 1942, Pekanbaru dikepalai oleh seorang Gubernur Militer disebut Gokung, Distrik menjadi Gun dikepalai oleh Gunco. Ketetapan Gubernur Sumatera di Medan tanggal 17 Mei 1946 Nomor 103 Pekanbaru dijadikan daerah otonom yang disebut Haminte atau Kota b. sementara itu, UU Nomor 22 Tahun 1948, Kabupaten Pekanbaru diganti dengan Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru diberi status Kota Kecil.
UU Nomor 8 Tahun 1956 menyempurnakan status Kota Pekanbaru sebagai Kota Kecil. UU Nomor 1 Tahun 1957 status Pekanbaru menjadi Kota Praja. Kepmendagri Nomor Desember 52/I/44-25 Tanggal 20 Januari 1959 Pekanbaru menjadi Ibukota Provinsi Riau. Lalu, UU Nomor 18 Tahun 1965 resmi pemakaian sebutan Kotamadya. Dan pada akhirnya, UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah sebutan Kotamadya berubah menjadi Kota.
Angka Kemiskinan Pekanbaru
Agar tidak larut dalam kemeriahan perayaan Hari Jadi Kota Pekanbaru, tak salahnya kita mempadankan antara Visi Kota Pekanbaru dengan apa yang telah dicapai selama ini. Kita tidak bisa menampik, perkembangan Kota Pekanbaru dari sektor pembangunan dan peningkatan perekonomian daerah saat ini cukup signifikan. Namun, walaupun demikian, Kota Pekanbaru masih menyisakan perkerjaan rumah, yakni masih tingginya angka kemiskinan.
Walaupun tingkat garis kemiskinan secara makro 2009 di Pekanbaru terendah dari kab/kota lainnya di Riau, yakni 35.432 jiwa atau 3,92 persen dari total jumlah Penduduk Pekanbaru 903.902 ribu jiwa lebih, tapi angka ini juga cukup meresahkan. Di sela-sela pesatnya pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, masih saja ada angka kemiskinan yang cukup besar.
Banyak faktor kenapa jumlah kemiskinan tetap saja tinggi di Pekanbaru, salah satunya, bisa saja akibat pertumbuhan dan perkembangan Kota Pekanbaru yang mengakibatkan jumlah pendatang baru dari luar Kota Pekanbaru ikut memadatkan Kota Pekanbaru. Berbagai macam alasan merantau ke Pekanbaru, bisa saja ingin mencari kerja ataupun mengadu nasib, yang pada akhirnya menjadi terlantar dan tak dapat memenuhi kehidupannya seperti yang diharapkan sebelumnya.
Tuntutan dan Harapan
Dari fenomena di atas, siapa saja tak dapat disalahkan, karena faktor tersebut merupakan sebuah tuntutan perkembangan suatu daerah. Tinggal lagi, bagaimana kita bisa menyikapinya dengan arif, agar setiap kekurangan yang ada diperbaiki dan dirubah sesuai harapan demi terciptanya Kota Pekanbaru yang sejahtera.
Dengan meningkatnya kegiatan pembangunan, menyebabkan meningkatnya kegiatan penduduk di segala bidang yang pada akhirnya meningkatkan pula tuntutan dan kebutuhan masyarakat terhadap penyediaan fasilitas dan utilitas perkotaan serta kebutuhan lainnya. Ini adalah sebuah tuntutan dan harapan, agar kota yang dulunya Baharu tetap menjadi kota yang memiliki pesan “pekan yang tetap sejahtera selamanya” dari berbagai sektor.
Kota Pekanbaru adalah kota kita. Di hari jadinya yang ke-227 ini, bagaimana menjadikan kota ini tetap bermarwah dan memiliki dedikasi tersendiri agar dipandang baik di mata daerah lainnya. Selamat ulang tahun Koata Pekanbaru. Kita menanti pekan yang lebih jaya dari masanya yang butuh sentuhan Pemerintah Kota Pekanbaru.***
Pekanbaru, 22 Juni 2011, 12.24 WIB
(Tulisan ini juga telah dimuat di Riau Pos, Kamis, 23 Juni 2011)
Penulis adalah :Parlindungan, SH MH
Chief Editor Situs Berita www.RiauBisnis.com
E-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Blog : http://parlinriau.blogspot.com



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






