Aset Melesat Kinerja pun Kian Menawan
Selama 2011, kinerja perbankan Riau menunjukkan performa yang menawan. Tengok saja pertumbuhan total aset perbankan di Riau melesat dari Rp 50,58 triliun pada 2010 menjadi Rp 58,14 triliun pada 2011.
Aset Melesat Kinerja pun Kian Menawan
Selama 2011, kinerja perbankan Riau menunjukkan performa yang menawan. Tengok saja pertumbuhan total aset perbankan di Riau melesat dari Rp 50,58 triliun pada 2010 menjadi Rp 58,14 triliun pada 2011.
Secara umum, kinerja ekonomi Riau pada 2011 ini menunjukkan performa yang baik. Hal Ini dibuktikan dengan positifnya sejumlah indikator ekonomi, di antaranya adalah investasi dan berbagai pembangunan berkelanjutan yang juga terus terjadi di Riau.
Bisnis online kini sudah menjadi tren di mana-mana. Tidak hanya menjadi dominasi masyarakat kota besar, tapi sudah merambah ke berbagai daerah. Termasuk di Pekanbaru, yang pelakunya kebanyakan mahasiswa. Bahkan untuk berbisnis online, mereka tidak mesti membuat situs berbayar. Tak sedikit yang hanya bermodal blog gratisan dan akun di facebook.
Penjualan online saat ini sudah menjadi sesuatu yang lumrah. Karena rata-rata perusahaan besar yang bergerak di bisnis penjualan, saat ini sudah melayani bisnis online. Selain melalui portal e-commerce, ada juga yang memanfaatkan blog, forum komunitas, jejaring sosial dan sebagainya. Dengan sistem online, jaringan penjualan pun tak terbatas. Bahkan seperti layaknya penjualan konvensional, tak sedikit yang menawarkan promosi potongan harga hingga kuis untuk costumer.
Maraknya blog gratis dan situs jejaring sosial belakangan disadari oleh para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya. Betapa tidak, cukup membuat akun di situs gratisan tersebut, mereka bisa menjual berbagai macam produk. Sehingga lebih efisien karena tidak perlu mengeluarkan biaya sewa tempat. Kuncinya pada kepercayaan.
Maraknya kasus ledakan tabung gas dari program konversi gas Pemerintah dinilai akibat minimnya sosialisasi penggunaan tabung gas yang aman kepada masyarakat. Pertamina dinilai bertanggung jawab untuk membenahi pelaksanaan program konversi gas di lapangan.
”Kualitas tabung yang rendah serta selang dan aksesori lainnya yang tidak sesuai standar Nasional Indonesia (SNI) harus ditarik dari pasaran karena membahayakan konsumen pengguna tabung gas. Pertamina juga harus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana mengunakan tabung secara aman,” ujar Direktur Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Riau, Sukardi Alizahar saat dihubungi riaubisnis.com via telepon, beberapa waktu lalu.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru meminta kepada Pertamina, untuk tidak mencabut minyak tanah (mitan) subsidi di Pekanbaru secara menyolok. Sebab, masyarakat Pekanbaru masih banyak yang memanfaatkan mitan sebagai bahan bakar rumah tangga.
Menindaklanjuti persoalan ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru, Suraji, meminta kepada Pertamina untuk menghargai surat Wali Kota Pekanbaru tentang permintaan agar mengurungkan kebijakan mencabut kuota minyak tanah subsidi sebesar 30 persen.
Dulu kita pasti ingat, betapa mudahnya mendapatkan minyak tanah (mitan). Bahkan, tidak sedikit pedagang minyak yang menjajalkan dagangannya ke tengah masyarakat begitu sulit untuk mencari pembeli. Pada masanya, harga mitan pun relatif tak terlalu mahal. Kondisi ini justru berbalik pada saat negara ini banyak ditimpa masalah. Mitan susah didapat, dan kalaupun ada, harganya relatif mahal dan itu pun harus mengantri panjang untuk mendapatkannya. Hampir di seluruh daerah di Indonesia mengalaminya, termasuk Provinsi Riau.
Feed Entries