Memelihara hewan adalah salah satu hobi yang cukup menyenangkan, tak heran banyak bermunculan kelompok ataupun komunitas pecinta hewan di negeri ini. Salah satunya komunitas pecinta anjing trah Rottweilwer.
Nah, berawal dari hobi tersebut, beberapa orang pecinta anjing trah rottweilwer kemudian membentuk komunitas pecinta anjing trah Rottweilwer dengan nama Riau Rottweiler Community (RRC), motto yang diusung yaitu “tough dog with a heart of gold.”
Saat ini, menurut Ketua Riau Rottweiler Community, Erik Gunawan, pecinta anjing trah Rottweilwer cukup banyak. “Di RRC kita ada sebanyak 30 orang anggota yang berasal dari beberapa daerah di Riau seperti Pekanbaru, Duri dan juga Dumai,” katanya.
Dibentuknya komunitas ini menurut Erik dimaksudkan untuk melindungi, mengembangkan serta menjaga kelangsungan dan kemurnian anjing trah Rottweiler di Riau. Karena menurutnya memelihara anjing trah Rottweilwer berbeda dengan hewan lainnya.
“Memiliki dan memelihara anjing trah Rottweiler tidak berarti sekadar memberi papan dan pangan, tetapi juga memerlukan kasih saying lebih,” ujarnya.
Di RRC yang terbentuk pada tanggal 11 November 2011 lalu, hal yang terpenting dalam komunitas ini bukan masalah memiliki atau tidak jenis anjing trah Rottweilwer, namun lebih menitikberatkan pada rasa cinta kepada makhluk ini.
Dalam menjalankan roda organisasi menurut Erik, RRC akan secara rutin mengadakan berbagai kegiatan seperti latihan bersama, gathering sambil bertukar informasi dan pengetahuan tentang rottweiler, baik itu perawatannya maupun penanganan penyakit dan lainnya.
Bagi yang merasa punya hobi yang sama dan tertarik ingin bergabung dalam komunitas ini, bisa menghubungi langsung ketua Riau Rottweiler Community (RRC) di nomor 081219060678 atas nama Erik Gunawan. (*)
Mukhtar | Edited by Rbc
Riau Rottweiler Community (RRC)
Pelindung: Letda (pom) Albert Penasehat: Rudy Yanto, Jerry Emor Ketua: Erik Gunawan Wakil ketua: J Yansen Sekretaris: Marcell, Afang Bendahara: Kristina
Biro Humas: A Hua Biro Litbang: Iswadi, Dwi.



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






