Kain songket sejak lama terkenal sebagai buah tangan asli dari Riau. Bahkan, dicap sebagai warisan budaya Melayu Riau. Kain katun paduan motif dan corak Melayu ini memang kerap dijumpai saat acara-acara pemerintahan.
Namun, untuk membuat kain songket dengan hasil tenun terbaik, bukan perkara mudah. Cuma, ahlinya yang mampu menghasilkan kain tenun songket dengan kualitas terbaik.
Adalah Hj Wan Mursyidah, pendiri Usaha Tenun Wan Fitri, yang sejak remaja sudah menjadi seorang pengrajin kain tenun songket. Keahliannya didapat secara turun temurun dari keluarga. Awalnya, Wan Mursyidah cuma sekadar menyalurkan hobinya menenun. Tapi, lama kelamaan, permintaan songket buatannya pun makin meningkat. Lantas, dia mendirikan Usaha Tenun Wan Ftri sejak 1993.
Kini, usahanya itu sudah jauh bekembang dan mampu membuka lapangan kerja baru dengan mempekerjakan puluhan karyawan. Berkat kualitasnya yang terjaga, Tenun Wan Fitri sanggup menembus pasar internasional dan ikut berbagai pameran baik nasional maupun internasional.
Bahkan, Presiden SBY mempercayakan Tenun Wan Fitri untuk menjahitkan pakaian Melayu yang akan dikenakannya saat acara pemberian gelar oleh Lembaga Adat Melayu Riau pada 2007 lalu.
Dalam sebulan, Tenun Wan Fitri bisa menjual rata-rata 100 helai kain. Satu helai kain dibanderol dengan beragam harga. Tergantung motif dan bahannya. Yang termurah, dibanderol Rp 350 ribu dan yang termahal bisa sekitar Rp 1 juta.
“Yang harganya mahal, bahannya paduan dari kain katun dengan sutera dan benang emas yang lebih banyak, motifnya juga lebih rumit,” kata Wan Mursyidah.
Keistimewaan songket Wan Fitri terletak pada coraknya yang orisinal khas Riau karena mengadopsi corak kain tenun Kerajaan Siak, yang disebut Lejo Tabir. Paduan corak Lejo Tabir dengan konsep warna warni serta motif modern plus bahan kain katun berkualitas membuat songket Wan Fitri nyaman dikenakan dan enak dipandang mata.
Wan Fitri juga memiliki berbagai pilihan motif songket dengan paduan warna yang beraneka ragam, sehingga hasilnya tidak monoton. Pelanggan pun bebas memilih motif dan warna yang diinginkannya. Untuk produksinya juga tidak butuh waktu lama. Karena, para pengrajin Tenun Wan Fitri merupakan pekerja telaten yang sudah terasah kemampuannya menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM).
Meski sudah memiliki merek dengan level top brand, tapi kalau soal harga Wan Mursyidah tidak mau membanderolnya seenaknya. Kepada siapa pun pelanggannya, dia tetap mematok harga yang sama. Baik pelanggan dari kalangan pejabat maupun pelanggan masyarakat biasa.
“Saya tidak bisa ngasih harga yang berbeda. Mau dia pejabat atau orang biasa, tetap kasih harga yang sama. Kalau soal harga masih bisa nego, yang penting bagi kami adalah melestarikan budaya Melayu karena semakin banyak yang membeli songket dan mengenakannya, maka kelestarian budaya Melayu akan tetap terjaga,” kata Wan Mursyidah.
Usaha Tenun Wan Fitri bukan cuma menyediakan kain songket tenun, tapi juga bermacam suvenir lainnya. Di antaranya, sepatu, dompet, selendang, sajadah, kipas tangan, sampai sarung bantal yang kesemuanya dipadu dengan songket bermotif Melayu. Tentunya, harga yang dibanderol pun pasti terjangkau dengan kocek Anda.(*)
USAHA TENUN WAN FITRI
Jalan Kayu Manis No 44, Pekanbaru
Telp: (0761) 25202 / 08127537574
Zuprianto | Edited by Parlindungan
| < Prev | Next > |
|---|



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






