Pemprov Riau membutuhkan dana Rp 300 miliar untuk meningkatkan layanan air bersih di Kota Pekanbaru dengan kemampuan pengadaan air baku oleh Kementerian PU hingga 500 liter per detik.
Kepala Balai Wilayah Sungai III Sumatera, Kementerian PU, Aunur Rofiq mengatakan, dana itu cukup untuk biaya pembangunan pendistribusian air dan water treatment plant (WTP) dengan sumber air dari Sungai Siak.
Dengan demikian, katanya, pada 2016 tingkat layanan air bersih warga kota bisa dipacu hingga 50 persen meski Millenium Development Goals (MDGs) mematok angka 65 persen pada 2015.
“Dari hasil studi kelayakan yang dilakukan konsultan, kebutuhan air baku sampai tahun 2016 adalah 500 liter per detik,” ujarnya seperti dikutip Bisnis.com, Rabu (2/11/2011).
Peninjauan itu merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Komisi V DPR yang juga diikuti pejabat Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perumahan Rakyat selama tiga hari.
Menurut Aunur, Kementerian PU dapat memacu peningkatan pengadaan air baku hingga 160 liter per detik tahun depan dari kemampuan saat ini 40 liter per detik. Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan anggaran Rp20 miliar untuk pengadaan sumber air baku tersebut.
Pada bagian lain, dia menyayangkan tingkat layanan air bersih dari kota berpenduduk sekitar 900.000 tersebut masih 7,87 persen. Padahal, daerah penghasil minyak bumi tersebut mampu membangun berbagai fasilitas umum maupun infrastruktur berbiaya tinggi. (*)
Mukhtar | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






