Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi industri manufaktur besar dan sedang di Riau pada triwulan III 2011 mengalami pertumbuhan 2,39 persen. Pertumbuhan tersebut dipengaruhi jenis industri karet dan barang dari karet dan barang dari plastik.
"Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh jenis industri karet dan barang dari karet dan barang dari plastik yang mencapai 4,08 persen," kata Kepala BPS Riau, Abdul Manaf, kepada riaubisnis.com Jumat (4/10/2011) di ruang kerjanya.
Pertumbuhan juga terjadi pada jenis industri makanan dan minuman (food and baverage) yang tumbuh sebesar 2,94 persen. Pertumbuhan juga terjadi di industri kertas dan barang dari kertas (paper and paper producs). Pertumbuhan industri ini mencapai 0,65 persen.
"Sementara untuk industri kayu dan barang dari kayu (tidak termasuk furniture) dan barang anyaman (wood and product of wood except furniture and plaiting material) justru mengalami pertumbuhan negatif sebesar 2,32 persen,” terangnya.
Meski mengalami pertumbuhan yakni sebesar 2,39 persen, menurut Manaf, produksi industri manufaktur besar dan menengah di Riau masih jauh dari harapan. Pasalnya, angka pertumbuhannya masih di bawah pertumbuhan nasional yang mencapai 2,87 persen.
“Jadi potensi pertumbuhannya pada triwulan III 2011 jika dibandingkan triwulan II 2011 belum optimal karena masih berada di bawah angka pertumbuhan nasional,” imbuhnya. (*)
Zuprianto | Edited by Parlindungan



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






