Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan II 2011 tumbuh sebesar 3,88 persen (q-to-q) terhadap Triwulan I 2011. Pertumbuhan ini dipengaruhi industri makanan dan minuman yang tumbuh 8,21 persen dan industri kayu, barang-barang dari kayu (tidak termasuk furnitur), dan barang-barang anyaman yang tumbuh 1,12 persen.
“Hal ini menunjukkan, bahwa pada triwulan II tahun 2011telah terjadi pertumbuhan dalam perekonomian Riau khususnya pada sektor industri manufaktur yang pada periode sebelumnya terjadi penurunan,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Abdul Manaf, kepada wartawan, Senin (2/8/2011) di Pekanbaru.
Kata Manaf, jika dibanding pertumbuhan secara nasional pada triwulan II terhadap triwulan I tahun 2011 keadaan di Riau lebih baik, dimana industri manufaktur secara Nasional tumbuh sebesar 1,56 persen.
Manaf menjelaskan, produksi Industri Manufaktur Besar/Sedang pada jenis industri Makanan dan Minuman merupakan jenis industri dengan pertumbuhan yang terbesar di Riau pada triwulan II tahun 2011. Salah satu industri yang termasuk dalam jenis ini adalah pabrik pengolahan kelapa sawit atau yang lebih dikenal dengan sebutan ”PKS” dan pabrik-pabrik yang mengolah hasil dari PKS namun produknya masih termasuk jenis makanan dan minuman.
Produk dari jenis industri ini juga merupakan salah satu primadona ekspor dari Riau. Sementara itu pada triwulan II tahun 2011 di Indonesia jenis industri ini juga mengalami pertumbuhan yaitu sebesar 7,80 persen dan pertumbuhan di Riau lebih baik dibanding pertumbuhan pada tingkat Nasional.
“Jenis industri kayu, barang-barang dari kayu (tidak termasuk furnitur), dan barang-barang anyaman juga merupakan industri yang berorientasi ekspor. Pada triwulan II tahun 2011, secara nasional, jenis industri ini turun sebesar 3,93 persen, sedangkan di Provinsi Riau jenis industri ini tumbuh melebihi nasional, yaitu sebesar 1,12 persen,” urai Manaf.
Dia menambahkan, jenis industri Kertas dan Barang dari Kertas merupakan jenis industri nomor dua terbesar di Riau. Jenis industri ini merupakan jenis industri dengan orientasi ekspor meskipun permintaan dari pasar domestik juga ada, sehingga seringnya peningkatan produksi maupun sebaliknya sangat tergantung dari besar-kecilnya permintaan luar negeri. Di Indonesia jenis industri ini turun sebesar 3,87 persen pada triwulan II 2011 dan di Riau juga mengalami penurunan bahkan lebih besar dari Nasional yaitu 6,59 persen.
“Sementara itu, jenis industri Karet dan Barang dari Karet dan Barang dari Plastik pada triwulan II tahun 2011 di Prov. Riau mengalami penurunan pertumbuhan sebesar 8,57 persen, sedangkan untuk Nasional, jenis industri ini turun sebesar 2,33 persen atau dapat dikatakan bahwa pada periode yang sama, pertumbuhan jenis industri ini di Riau tidak lebih baik dari pada nasional,” pungkas Manaf. (*)
Zuprianto | Edited by Parlindungan



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






