Banjir kendaraan roda empat dan roda dua, membuat pasar pelumas makin licin saja. Buktinya, belakangan ini produsen pelumas besar juga kian gencar mempromosikan produk-produk baru, terutama pelumas sintetis.
Andri, salah seorang pemilik bengkel di Jalan KH Ahmad Dahlan, Sukajadi, Pekanbaru mengatakan, di tengah lalu lintas yang cenderung macet dan suhu kian panas, pelumas atau oli dapat menjadi ladang bisnis yang cukup menggiurkan.
“Makanya berbagai merek dan jenis oli terus bermunculan. Mulai dari oli biasa sampai yang sekarang ramai adalah oli sintetis dan semi sintetis,” ujarnya kepada riaubisnis.com, Kamis (9/3/2011).
Bicara merek mana yang nampaknya lebih mendominasi pengguna kendaraan di Pekanbaru, menurutnya, hal itu relatif karena sangat tergantung pada si pemilik kendaraan.
Namun, dari pengamatannya, konsumen yang datang ke tempatnya, umumnya lebih banyak yang menggunakan oli mineral. Ia menduga hal ini didasari karena faktor harga. “Mungkin karena harganya lebih murah daripada yang semi sintetis atau sintetis,” imbuhnya.
Sementara itu, Rachmadi, pemilik bengkel di Jalan Utama, Pekanbaru mengatakan, belum terlalu banyak pelanggannya yang memilih oli semi sintetis maupun oli sintetis. Selain lebih mahal, oli semi sintetis maupun oli sintetis juga sebetulnya diperuntukkan bagi kendaraan dengan mobilitas tinggi. Sehingga bagi pemilik kendaraan yang hanya digunakan untuk pemakaian sehari-hari saja, pasti lebih memilih oli mineral karena cocok dengan harga dan kebutuhannya.
“Khususnya kendaraan-kendaraan keluaran lama. Kalau yang agak baru, ada juga yang pakai semi sintetis. Kalau sintetik, memang agak jarang. Mungkin karena mahal, walaupun tentu saja lebih awet,” katanya. (*)
Mg 1 | Edited by Zuprianto/ Parlindungan



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






