
Asosiasi Biro Penyelenggara Tur dan Perjalanan (ASITA) meminta Pemerintah Daerah (Pemda) di Riau komitmen untuk kembangkan sector pariwisata di Riau. Infrastruktur dinilai masih jadi kendala utama sektor pariwisata di Riau
“Harusnya Pemda lebih komitmen lagi untuk mengembangkan sektor pariwisata di Riau. Caranya dengan membenahi infrastruktur akses masuk ke obyek-obyek wisata di Riau yang masih banyak belum memuaskan wisatawan,” ujar Ketua ASITA Riau, Didi Marshal, kepada riaubisnis.com Kamis (11/1/2012).
Dia membandingkan Riau dengan provinsi tetangganya, Sumatera Barat, masih ketingggalan dalam mengembangkan infrastruktur untuk sektor pariwisata. “Sumbar komitmen, makanya mereka berani bangun jalan yang bagus dan mengonsep pariwisatanya dengan begitu elegan dan lebih menarik wisatawan,” tuturnya.
Didi juga masih ingat beberapa tahun lalu dalam Rapat Koordinasi Pariwsata Provinsi Riau, Pemda berniat mengembangkan konsep satu obyek pariwisata unggulan di tiap kabupaten/kota. Tapi sayangnya, konsep tersebut justru minim realisasi.
“Sekarang mana wujud konsep itu, kami melihat masih belum optimal. Padahal sudah berulang kali dilakukan rapat soal obyek wisata unggulan tapi realisasinya masih minim akibatnya wisata unggulan di Riau tak dilirik para wisatawan. Malah wisatawan lokal lebih tertarik melancong ke provinsi tetangga atau ke Melaka dan SIngapura,” katanya.
Meski begitu menurut Didi, peluang sektor pariwisata di Riau untuk maju cukup besar. Pasalnya, Riau memiliki sejarah dan kultur Melayu yang sangat kental. Banyak obyek wisata sejarah dan budaya melayu di Riau yang justru kalau dikembangkan potensial mendatangkan wisatawan.
“Contohnya di Siak ada Istana Siak yang terkenal karena peninggalan sejarah. Lalu di Rohil ada iven Bakar tongkang yang melegenda, Jika itu dikemas dengan lebih baik dan Pemda jangan promosi lokal saja, pasti bisa lebih menarik wisatawan,” pungkasnya. (*)
Zuprianto | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






