Pemesanan kamar hotel menjelang malam pergantian tahun baru 2012 di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, sudah mencapai 90% sampai 13 Desember 2011.
“Pengunjung telah memesan kamar hotel pada akhir November 2011. Umumnya pengunjung yang paling banyak memesan dari Pekanbaru, Riau,” kata Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bukittinggi, Syafroni Falian, seperti dikutip investor.co.id, Rabu (14/12/2011).
Ia mengatakan, dalam menyambut malam tahun baru, Bukittinggi selalu ramai dikunjungi wisatawan yang datang dari berbagai daerah di Sumbar dan luar provinsi.
Kamar hotel di Kota Bukittinggi, katanya, penuh dipesan pengujung, seminggu jelang perayaan malam tahun baru.
PHRI meminta kepada pengusaha hotel agar tidak menaikkan harga kamar dengan cara berlebihan.
“PHRI meminta agar pengelola hotel tetap memberlakukan harga standar sewa kamar. Kalaupun ada yang menaikkan harga melebihi standar, PHRI tidak bisa menindaknya kerena tidak semua pengelola hotel bergabung dengan PHRI,” katanya.
Ia menyebutkan, harga sewa kamar hotel sesuai dengan harga yang dijual Rp550.000 per malam. Pada hari biasa dari harga sewa Rp550.000 per malam itu diturunkan menjadi Rp400.000 atau didiskon Rp150.000.
“Khusus malam pergantian tahun baru, libur panjang dan hari raya Idul Fitri serta Natal, harga sewa kamar hotel tetap disesuaikan dengan harga jual Rp550.000 itu,” katanya.
Menurut dia, harga sewa kamar hotel akan dinaikkan dari Rp550.000 menjadi Rp750.000 kalau pengujung ada yang menggelar acara, seperti acara makan malam.
“Pengunjung yang menggelar acara seperti adanya acara makan malam biasa dikenakan biaya tambahan. Penilaian dari masyarakat setiap malam tahun baru harga sewa hotel Bukittinggi naik, itu tidak benar karena naiknya disebabkan biaya tambahan,” katanya.
Menurut dia, harga sewa kamar hotel di Bukittinggi bervariasi. Hotel kelas melati antara Rp200.000 sampai Rp400.000 per malam. Hotel berbintang berkisar Rp700.000 sampai Rp1 juta.
Sebagai kota wisata terkemuka di Sumbar, Kota Bukittinggi memiliki sekitar 54 hotel dengan total kamar ditawarkan mencapai 1.237 kamar, mulai dari tipe bintang empat hingga kelas melati, pondok wisata dan mes.
Bukittinggi yang berada di dataran tinggi sekitar 800 meter dari permukaan laut ini, selain berhawa sejuk juga kaya dengan objek wisata alam dan bangunan peninggalan sejarah masa lalu.
Di kota berhawa sejuk ini, banyak terdapat objek wisata alam dan sejarah seperti Jam Gadang, Ngarai Sianok, Lobang Jepang, Benteng Fort de Kock, dan Istana Bung Hatta. Selain itu, ada Taman Marga Satwa Budaya Kinantan, wisata belanja dan kuliner di Pasar Atas, dan Pasar Aur Kuning. (*)
Mukhtar | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






