Setelah melihat gelombang Bono di permukaan Sungai Kampar di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) berusaha mempromosikan wisata gelombang Bono.Hal ini disampaikan oleh Ketua DPD ASPPI Riau, Suhendro Prayetno seperti dilansir Riau Pos, Rabu (7/12/2011).
Gelombang Bono memiliki potensi pariwisata yang cukup besar. Gelombang ini merupakan gelombang yang dihasilkan oleh gelombang pasang yang diakibatkan adanya bulan purnama. Ini hanya terjadi di Sungai Kampar di Indonesia. Gelombang ini pun terbilang unik karena memiliki gelombang berlapis.
Gelombang Bono yang sudah terjebak di mancanegara hanya muncul beberapa hari setiap bulannya pada November 2011. Hadirnya hanya pada siang hari antara pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB. Bono banyak dikunjungi oleh peselancar dari Eropa seperti Prancis dan Jerman, juga dari China.
DPD ASPPI Riau melakukan perjalanan selama tiga hari dalam mengunjungi Bono pada 25 hingga 27 Desember lalu. Suhendro mengatakan bahwa pada 26 November gelombang Bono yang fenomenal terjadi pada pukul 11.30 WIB, dan berlangsung selama satu jam 30 menit.(*)
Mg1│Edited by Mukhtar



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






