Siapa yang tak kenal dengan kain songket? Kain khas bumi Melayu ini mampu memukau mata yang memandangnya. Selain warna benangnya yang memukau, tenunannya pun sangat unik dan menarik.
Pasar Bawah merupakan salah satu tempat yang dikenal sebagai tempat penjualan kain songket. Di tempat ini lebih dari sepeuluh toko menawarkan aneka kain songket. Kebanyakan kain songket yang dijual di tempat ini diimpor dari Malaysia.
“Songket-songket yang dijual di sini kebanyakan dari Malaysia,” ujar salah seorang pedagnag kain songket, Ratna (48), pada riaubisnis.com, Rabu (14/09/2011) di tempat dagangannya.
Di tokonya, Jenewa, puluhan jenis kain songket ia tawarkan untuk para pengunjung, seperti kain songket jenis sutra krep, songket Thailand, kain lukis, kain setin, dan sutra sifon dari india. Ukuran untuk masing-masing songket tersebut yakni 4 meter.
Harga yang ditawarkannya pun beraneka ragam. Sesuai dengan jenis kain. “Paling rendah saya jual kain songket ini Rp55 ribu, sedangkan yang paling tinggi Rp100 ribu per potong, tergantung jenis kain,” papar Ratna.
Setiap hari Ratna bisa menjual sedikitnya enam potong songket. Namun, jika musim libur tiba penjulan songket bisa mencapai 20 potong. Bahkan, jika ada even-even tertentu, dirinya bisa menjual hingga ribuan potong kain songket.
“Penjualan tidak tentu, paling sedikit enam potong setiap hari. Tapi kalau saat musim pemilihan caleg (Calon Legislatif, red) kemarin ada yang memesan sampai beribu kain songket,” ungkapnya semangat.
Walau demikian, Ratna terus berharap penjualan kain songket semakin maju karena songket merupakan salah satu warisan budaya khas Melayu. “Songket merupakan salah satu warisan budaya Melayu, khususnya di Riau saya harap masyarakat semakin meminati songket ini,” harapnya.(*)
Mg 1 | Edited by Heru



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






