Industri pameran di Riau terus berkembang pesat seiring menjamurnya perusahaan pameran atau even organizer (EO) yang ada di Riau. Meski begitu peran serta pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menyiapkan infrastruktur penunjangnya.
“Tiga tahun terakhir industri pameran berkembang pesat di Riau. Ini dibuktikan dengan makin banyaknya jumlah penggiat yang bergerak di bisnis pameran,” ujar Ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Riau, Ahmad Fadli, saat Musyawarah Daerah I Asperapi Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Senin (14/2/2011).
Kata Fadli, meski berkembang pesat, industri pameran di Riau masih kurang dukungan infrastruktur yang memadai. Contohnya yakni belum adanya gedung expo yang proporsional.
“Maka dari itu, kita berharap pemerintah bersedia memfasilitasi dengan membangun sebuah gedung expo yang proprosional dan dapat menampung iven besar berskala internasional. Dengan begitu kita tak kesulitan lagi untuk mengadakan segala macam pameran,” tuturnya.
“Di Riau sudah banyak event bertaraf nasional maupun internasional yang digelar. Seperti Rakernas Gubernur se-Indonesia, Munas Golkar, Pameran TTG, Indonesia City Expo dan yang lainnya. Itu menandakan Riau sangat prospek bagi industri pameran,” tambah dia lagi.
Fadli memandang, Pekanbaru masih jadi sentra kegiatan pameran di Riau. Selain memiliki infrastruktur yang lebih lengkap seperti hotel dan gedung pertemuan, Kota Bertuah juga masih jadi pusat perekonomian di Riau.
Meski begitu, ia menilai kabupaten/kota lainnya cukup potensial bagi tumbuhnya industri pameran. Terlebih masyarakat daerah justru cenderung haus akan hiburan dan kegiatan promosi yang akan menjadi pangsa pasar baru bagi industri pameran.
Wakil Ketua Umum Asperapi Pusat, Eka Nagara Ramelan, yang turut hadir dalam Musda Asperapi Riau mengakui Riau memiliki potensi yang besar bagi industri pameran untuk tumbuh dan berkembang. Terlebih letak strategis plus perekonomiannya yang tumbuh pesat ikut mendorong bisnis pameran tumbuh.
"Industri pameran atau MICE akan tumbuh di mana perekonomian masyarakatnya tumbuh. Tinggal bagaimana Pemda setempat mampu menyiapkan infrastruktur penunjang bagi industri pameran, sehingga swasta tertarik untuk melakukan kegiatan pameran di daerahnya,” urai dia.
Dalam Musda kali ini, Ahmad Fadli terpilih kembali secara aklamasi untuk memimpin Asperapi Riau periode 2011-2014. Fadli berjanji akan lebih menggaungkan organisasi kumpulan EO ini dan merangkul beberapa perusahaan pameran yang belum tergabung di Asperapi.
“Fokus saya yang penting kawan-kawan yang lain bisa bergabung dengan Asperapi. Dan menjembatani antara kepentingan anggota dengan mitra bisnisnya khususnya pemerintah sehingga industri pameran bisa lebih berkembang lagi di Riau,” tukas dia.(*)
Zuprianto | Edited by Parlindungan



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian







