Perkembangan bisnis clothing di Pekanbaru ternyata masih belum dibarengi dengan teknologi produksi yang memadai. Terbukti clothing besar masih melakukan produksi di Kota Bandung yang merupakan kiblat clothing di Indonesia.
“Di sana, peralatan sablonnya lebih lengkap dan canggih. Sehingga berbagai desain yang kita inginkan bisa dihasilkan dengan sempurna. Sehingga kualitasnya pun bisa bersaing,” ungkap Sata Adinegara, Owner Fhos Shop Clothing, kepada riaubisnis.com, Kamis (24/3/2011) di tempat usahanya.
Sata mengatakan, ada dua alasan yang membuat clothing di Kota Pekanbaru memilih melakukan produksi di Kota Bandung, yakni karena faktor kualitas dan harga yang lebih murah. Kualitas produksi di Bandung lebih bagus karena mereka memiliki teknologi produksi yang jauh lebih canggih daripada di Kota Pekanbaru.
Di Kota Pekanbaru sendiri sebenarnya ada beberapa perusahaan yang memiliki alat sablon canggih. Tetapi jumlahnya terbatas dan biaya produksinya jauh lebih mahal, yakni sekitar 25 persen lebih mahal dibanding Bandung. Selain itu, cat sablon untuk produksi Bandung sangat lengkap dan ada beberapa yang merupakan barang impor.
Tak hanya produksi saja yang lebih baik, kualitas kain dari Bandung juga jauh lebih unggul dibanding Pekanbaru. Finishing kain kaos, baik itu jenis combat maupun kadet lebih sempurna, sedangkan di Pekanbaru kurang bagus.
“Order yang kita ajukan biasanya satu bulan sekali. Untuk desain kami kirim via email. Satu minggu kemudian mereka akan mengirimkan contoh produk. Kalau sudah seperti yang kita inginkan, akan diproduksi sesuai pesanan,” tambahnya.
Sayangnya, lanjut Sata, untuk melakukan produksi di Kota Kembang itu, pihak clothing Pekanbaru diberi batas minimal order, yakni 10 desain. Masing-masing desain yang dipesan jumlahnya minimal 4 lusin. Kalau pemesanan kurang dari itu, clothing Pekanbaru tidak akan dilayani.
“Untuk produksi dalam jumlah kecil, lebih banyak ditangani di Kota Pekanbaru sendiri karena Bandung tidak menerimanya,” pungkasnya.(*)
Mg1 | Edited by Parlindungan



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






