Tahun depan, jumlah koperasi yang tak aktif bakal dipangkas hingga tersisa 7 persen saja. Total kini dari dari 4.865 unit koperasi yang ada di Riau, sekitar 30 persen di antaranya masih berlabel tak aktif. “Kita optimis tahun depan koperasi yang tidak aktif di Riau tinggal 7 persen saja,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Riau, R Indra Bangsawan, kepada riaubisnis.com Jumat (2/12/2011).
Untuk memangkas jumlah koperasi tak aktif, Indra sudah menyiapkan berbagai strategi jitu. Diantaranya dengan memberi pembekalan dan berbagai pelatihan koperasi. Bukan cuma kepada para anggota koperasi tapi juga para pimpinan daerah mulai dari kepal desa hingga Bupati/walikota.
“Jadi unsur pimpinan daerah yang terendah sampai yang tertinggi di daerah kabupaten/kota bisa paham dan sadar akan pentingnya koperasi. Dengan begitu bisa merangsang koperasi yang tadinya tak aktif jadi bangkit kembali,” terangnya.
Indra menilai, minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang paham menjalankan koperasi dengan baik plus keterbatasan menembus pasar dan akses pembiayaan jadi faktor penyebab banyaknya koperasi di Riau tak aktif. Selain lemahnya SDM dalam menjalankan koperasi, sulitnya menembus akses pasar jadi masalah utama koperasi di Indonesia.
“Selain itu soal pembiayaan juga jadi masalah utama. Memang ini persoalan klasik yang dari dulu masih terjadi, maka harus dicarikan solusinya secara kontinyu lewat program pembinaan yang berkelanjutan dan menjalin kemitraan dengan lembaga pembiayaan,” ungkapnya.
Untuk menutupi lemahnya akses pembiayaan, diperlukan dukungan perbankan kepada dunia koperasi lewat pinjaman lunak dan proses yang mudah. Pasalnya, selama ini koperasi masih banyak yang kesulitan menembus akses perbankan karena terbentur syarat yang ketat dari bank.
Sekarang saja, kata Indra, jumlah anggota koperasi mencapai 600 ribu orang. Artinya sekitar 10 persen penduduk di Riau merupakan anggota koperasi.
“Jika ini diberdayakan maka bisa menimbulkan efek yang besar utamanya dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran di Riau. Untuk itu kita harap dukungan perbankan memberi kemudahan bagi koperasi mendapat akses pembiayaan dan memperbaiki manajerialnya,” pungkasnya. (*)
Zuprianto | Edited by Parlindungan



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






