2012, Jumlah Koperasi Tak Aktif di Riau Bakal Dipangkas Jadi 7 Persen

E-mail Print PDF
Tahun depan, jumlah koperasi yang tak aktif bakal dipangkas hingga tersisa 7 persen saja. Total kini dari dari 4.865 unit koperasi yang ada di Riau, sekitar 30 persen di antaranya masih berlabel tak aktif.

“Kita optimis tahun depan koperasi yang tidak aktif di Riau tinggal 7 persen saja,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Riau, R Indra Bangsawan, kepada riaubisnis.com Jumat (2/12/2011).

Untuk memangkas jumlah koperasi tak aktif, Indra sudah menyiapkan berbagai strategi jitu. Diantaranya dengan memberi pembekalan dan berbagai pelatihan koperasi. Bukan cuma kepada para anggota koperasi tapi juga para pimpinan daerah mulai dari kepal desa hingga Bupati/walikota. 

“Jadi unsur pimpinan daerah yang terendah sampai yang tertinggi di daerah kabupaten/kota bisa paham dan sadar akan pentingnya koperasi. Dengan begitu bisa merangsang koperasi yang tadinya tak aktif jadi bangkit kembali,” terangnya.

Indra menilai, minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang paham menjalankan koperasi dengan baik plus keterbatasan menembus pasar dan akses pembiayaan jadi faktor penyebab banyaknya koperasi di Riau tak aktif. Selain lemahnya SDM dalam menjalankan koperasi, sulitnya menembus akses pasar jadi masalah utama koperasi di Indonesia.

“Selain itu soal pembiayaan juga jadi masalah utama. Memang ini persoalan klasik yang dari dulu masih terjadi, maka harus dicarikan solusinya secara kontinyu lewat program pembinaan yang berkelanjutan dan menjalin kemitraan dengan lembaga pembiayaan,” ungkapnya.   

Untuk menutupi lemahnya akses pembiayaan, diperlukan dukungan perbankan kepada dunia koperasi lewat pinjaman lunak dan proses yang mudah. Pasalnya, selama ini koperasi masih banyak yang kesulitan menembus akses perbankan karena terbentur syarat yang ketat dari bank.

Sekarang saja, kata Indra, jumlah anggota koperasi mencapai 600 ribu orang. Artinya sekitar 10 persen penduduk di Riau merupakan anggota koperasi.

“Jika ini diberdayakan maka bisa menimbulkan efek yang besar utamanya dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran di Riau. Untuk itu kita harap dukungan perbankan memberi kemudahan bagi koperasi mendapat akses pembiayaan dan memperbaiki manajerialnya,” pungkasnya. (*)

Zuprianto | Edited by Parlindungan

TRANSLATE
2012, Jumlah Koperasi Tak Aktif di Riau Bakal Dipangkas Jadi 7 Persen
2012, Jumlah Koperasi Tak Aktif di Riau Bakal Dipangkas Jadi 7 Persen
 
 

 


 


 


 


 


Copyright © 2010 RiauBisnis.com Portal News
50 thn Bank Panin
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/5
 

Majalah Venues Online

 

Harga Bahan Olahan Karet (Bokar)

Periode :14 s/d 19 Mei 2012

 

Harga Bokar di Pabrik

Harga (Rp/Kg)

1

PT Rickry Pekanbaru

28.000

2

PT P&P Bangkinang

28.000

3

PT Tirta Sari Surya

28.000

4

PT Andalas Agrolestari

28.000

 

Sumber: Disbun Riau

 

Harga Kelapa Butiran dan Kopra

Periode :15 Mei 2012

No

Keterangan

Harga (Rp/Kg)

1

Kelapa bulat licin

1.033,33,-

2

Kopra mutu kering (100%)

5.00

3

Kopra mutu basah (80%)

3.100

4

Kopra mutu basah (60%)

3.000

 

Sumber: Disbun Riau

 

 

NAB

Danareksa: 21 Mei 2012
RIF RLF
NAB (Rp)
1,635.48 1,000.00
Hasil Investasi
30 hari terakhir (%)
0.390.34
1 thn terakhir (%)
5.31 4.89
Riil 1 thn terakhir (%)
- -
RIF : Riau Income Fund
RLF : Riau Liquid Fund

  TBS Sawit Periode :

16 s/d 22 Mei 2012

 Umur Tanaman (Tahun)

 TBS (Rp/Kg)

3

1.269,11

4

1.418,36

5

1.518,24

6

1.561,85

7

1.621,77

8

1.672,26

9

1.725,31

>=10

1.773.97

Sumber: Disbun Riau