Teguh dan telaten itulah yang mengambarkan dari Warijan seorang pengusaha pembuatan tahu di Kabupaten Rokan Hulu. Baginya hidup adalah perjuangan. Setelah berulang kali mengalami kegagalan dalam berbagai usaha bahkan kena tipu akhirnya Warijan memantapkan diri untuk menjadi seorang pengusaha pembuatan Tahu.
Usaha ini baru ia tekuni sejak tahun 2000. “Saya memulai usaha ini dengan menjual sebidang tanah dan saya belikan peralatan dan bahan untuk pembuatan Tahu, “ujar Warijan penduduk Dusun dua Sukajadi Desa Rambah Muda Kecamatan Rambah Hilir kabupaten Rohul.
Dimulai dengan peralatan yang serba manual warijan mulai membuat Tahu dengan skala kecil. Baru pada tahun 2003 warijan memberanikan diri untuk meminta bantuan Permodalan ke Bank Riau Kepri. Pada saat itu Warijan mendapatkan bantuan sebesar Rp 10 juta. Dimana dana tersebut semuanya Ia gunakan untuk membeli peralatan dan bahan baku pembuatan tempe. Dimana Ia mulai mengenal mesin diesel untuk memproses kacang kedelai.
Tak puas hanya dengan skala produksi saat itu, Warijan kembali melakukan peminjaman tahun 2005 sebesar Rp 15 juta, lalu tahun 2007 Rp 20 juta, dan terus meningkat. Terakhir tahun 2009 Warijan melakukan peminjaman sebesar Rp 50 juta. Saat ini warijan telah mampu membeli mesin uap untuk memasak kacang kedelai, membeli beberapa motor dan mobil pik up untuk mengantar Tahu kepada para pelanggan.
“Saat ini setiap hari saya mampu memproduksi 250 kg kacang kedelai menjadi Tahu dan pada bulan-bulan tertentu seperti sekarang bisa meningkat menjadi 300 kg. Yang saya pasarkan ke seluruh kota Rokan Hulu,” kata Warijan.
Ditambahkan Warijan, bahwa ia memperkerjakan 8 orang karyawan dimana 5 orang karyawan untuk memproduksi Tahu dan 3 orang sebagai tenaga pemasaranya. Menurutnya yang menjadi kendala bagi pengembangan usahanya yakni terus naiknya harga bahan produksi seperti kayu bakar yang ia gunakan untuk merebus dan mengoreng, serta kesulitan Air bersih. Untuk air bersih Ia berencana akan membuat tangki air yang mampu menampung banyak air hujan dan tentunya membutuhkan biaya besar.
Ayah dari 5 orang anak dan kakek dari 9 orang cucu ini mengaku akan terus menjalani profesi sebagai pembuat Tahu ini dan ia juga telah memberikan ilmunya kepada anak-anaknya. Menurut Warijan bantun kredit Bank Riau Kepri sangat membantu dalam ia mengembangkan usaha pembuatan Tahu. Dengan bantuan kredit ia mampu mengembangkan usahanya bahkan kini Ia telah mampu membeli kembali lahan sawit yang dulu ia jual saat akan memulai usaha pembuatan Tahu.
“Semangat yang berkobar dan jiwa pantang menyerah merupakan kunci keberhasilan dalam usaha selain itu, jiwa kepepet karena tidak ada lagi usaha yang dapat dilakukan karena lahan sawit yang masih kecil telah saya jual itulah yang menjadi pendorong utama saya,” pungkas Warijan.(*)
Zuprianto | Edited by Parlindungan



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






