Belajar Pantang Menyerah dari si Peternak Ayam

E-mail Print PDF

Finalis BAnk Riau Kepri UMKM Award 2011, Ai SumiatiBerbekal pengalaman memelihara ayam di kampung halamannya Sukabumi, Ai Sumiati kembali menerapkannya di Bumi Lancang Kuning. Yang ia ternakan bukan ayam biasa, tetapi ayam bangkok yang bibitnya sengaja ia datangkan dari kampung halamannya, Sukabumi, Jawa  Barat.

“Bibit kita ambil dari Sukabumi, karena, di sana memang telah lama ayam bangkok dibudidayakan. Walaupun harga bibit ayam bangkok lebih mahal daripada ayam biasa tetapi keuntungan juga lebih baik,” kata Ai

Beberapa waktu lalu, jumlah Ayam Ai sempat mencapai 700 ekor tetapi sekarang Ia menguranginya hingga menjadi 100 ekor saja. Hal ini Ia lakukan karena pada bulan November merupakan bulan transisi dari musim panas ke musim hujan dan hal ini merupakan musim penyakit jadi sebelum memasuki bulan November  Ia telah banyak menjual ayamnya.

“Bulan seperti ini sangat beresiko  untuk memiliki banyak ayam karena mudah terserang penyakit. Sehingga kita kurangi. Dibeberapa tempat sudah banyak ayam yang sakit,” tutur Ai.

Peternak yang  telah menjadi binaan Dinas Peternakan Provinsi Riau sejak 2002 ini menjadi   nasabah Bank Riau Kepri sejak tahun 2009 dan tergabung dalam kelompok Mitra sejati yang beralamat di Dusun Bangun Mulyo, Desa Pasir Maju Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu, dengan besar pinjaman Rp 105 juta. Ia sendiri mendapatkan bagian pinjaman sebesar Rp 15 juta.

Saat ini setiap bulan Ai mampu menjual 10 ekor ayam Bangkok dengan harga perekor Rp 1 juta dan 50 kg ayam potong.  Tingginya harga ayam Bangkok karena ayam bangkok tidak dilihat dari beratnya tetapi keindahan bulu dan perawakannya.

Dibantu Suaminya, selain beternak Ayam Ai juga beternak sapi, saat ini ia memiliki 2 ekor sapi, dimana sebelumnya berjumlah 8 ekor yang terpaksa Ia jual untuk mengobati anaknya. Ibu dari 3 orang anak dan 6 orang cucu ini tetap merasa bahagia menjalankan kehidupannya sebagai seorang peternak Ayam.  Baginya tiada hari hanya untuk berpangku tangan. Pengalaman susahnya menjalani hidup di Pulau Jawa telah memecut dirinya untuk tidak menyianyakan kesempatan yang terbuka luas di tanah Riau.

Ia merasa sangat senang bisa mendapatkan bantuan dari Bank Riau kepri karena ini membuat ia mampu mengembangkan semua usaha yang sekarang ia jalankan. Kredit yang Ia ambil sekarang sebentar lagi akan selesai  maka Ia berharap untuk dapat kembali mendapatkan pinjaman dengan nilai yang lebih besar.

Ai optimis semua usahanya akan berkembang mengingat hingga saat ini kadang ia mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan konsumen akan ayam bangkoknya. (*)

Zuprianto | Edited by Parlindungan

TRANSLATE
Belajar Pantang Menyerah dari si Peternak Ayam
Belajar Pantang Menyerah dari si Peternak Ayam
 
 

 


 


 


 


 


Copyright © 2010 RiauBisnis.com Portal News
50 thn Bank Panin
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/5
 

Majalah Venues Online

 

Harga Bahan Olahan Karet (Bokar)

Periode :14 s/d 19 Mei 2012

 

Harga Bokar di Pabrik

Harga (Rp/Kg)

1

PT Rickry Pekanbaru

28.000

2

PT P&P Bangkinang

28.000

3

PT Tirta Sari Surya

28.000

4

PT Andalas Agrolestari

28.000

 

Sumber: Disbun Riau

 

Harga Kelapa Butiran dan Kopra

Periode :15 Mei 2012

No

Keterangan

Harga (Rp/Kg)

1

Kelapa bulat licin

1.033,33,-

2

Kopra mutu kering (100%)

5.00

3

Kopra mutu basah (80%)

3.100

4

Kopra mutu basah (60%)

3.000

 

Sumber: Disbun Riau

 

 

NAB

Danareksa: 21 Mei 2012
RIF RLF
NAB (Rp)
1,635.48 1,000.00
Hasil Investasi
30 hari terakhir (%)
0.390.34
1 thn terakhir (%)
5.31 4.89
Riil 1 thn terakhir (%)
- -
RIF : Riau Income Fund
RLF : Riau Liquid Fund

  TBS Sawit Periode :

16 s/d 22 Mei 2012

 Umur Tanaman (Tahun)

 TBS (Rp/Kg)

3

1.269,11

4

1.418,36

5

1.518,24

6

1.561,85

7

1.621,77

8

1.672,26

9

1.725,31

>=10

1.773.97

Sumber: Disbun Riau