Antisipasi Kebutuhan Natal dan Tahun Baru, Pertamina Bentuk Tim Pemantau Distribusi BBM

E-mail Print PDF
PT Pertamina (Persero) Marketing & Trading Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) berupaya menjaga persediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk transportasi maupun rumah tangga selama Hari Raya Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 mencukupi. Wilayah Kerja Pemasaran Sumbagut meliputi 5 Propinsi yakni Propinsi Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Riau Daratan, dan Riau Kepulauan.

Pertamina telah mengambil langkah-langkah persiapan guna mengantisipasi timbulnya lonjakan pemakaian BBM dan Non BBM. Kesiapan ini dilakukan dengan tujuan agar kebutuhan BBM dan Non BBM untuk masyarakat konsumen selama Hari Raya Natal 2011dan Tahun Baru 2012 senantiasa terpenuhi dengan lancar, dan dalam jumlah yang cukup,” ujar Fitri Erika, Ast. Man. External Relation FRM 1 Sumbagut dalam rilisnya kepada riaubisnis.com, Selasa (27/12/2011)

Berdasarkan evaluasi dari tahun ke tahun, ada kecenderungan peningkatan kebutuhan BBM seperti Minyak Tanah dan Elpiji untuk sektor rumah tangga, Premium, Pertamax (Pertamax Plus), dan Solar untuk transportasi darat, maupun Avtur untuk sektor penerbangan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan serta mobilitas masyarakat.

Ditambahkannya, dari data tahun 2010, menunjukkan bahwa peningkatan kebutuhan BBM sektor transportasi yaitu Premium diperkirakan akan terjadi pada H-3 Natal s/d H+7 Tahun Baru. Untuk Premium terdapat ken aikan sekitar 4% dari kebutuhan per hari.

Pertamina akan melaksanakan langkah-langkah strategis seperti: pertama membentuk Tim Satgas/Posko pemantauan distribusi BBM dan Non BBM yang bertugas untuk menjaga dan memantau kelancaran pelayanan serta persediaan BBM dan non-BBM, baik jenis premium, solar, dan pertamax di SPBU, minyak tanah di pangkalan wilayah non-konversi, LPG 3 kg di pangkalan wilayah konversi, LPG 12 kg di agen dan sub-agen. Menjaga kesiapan sarana dan fasilitas operasi di Terminal BBM/DPPU guna menghindari kemungkinan ada kendala dalam penyediaan BBM dan non-BBM, serta kesiapan pelayanan BBM dan non-BBM serta berkoordinasi dengan lembaga/instansi terkait apabila terjadi gejolak permintaan di masyarakat.

Kedua Suplai point (Terminal BBM/DPPU) menambah waktu pelayanan, dan tetap buka pada hari-hari libur resmi. Ketiga menyiapkan ketahanan stok Premium di SPBU, terutama untuk SPBU Jalinsum untuk 2 (dua) hari dan menambah penyaluran Premium sebesar 15% selama H-3 Natal hingga H+7 Tahun Baru, prioritas di titik jalur wisata seperti Brastagi, Danau Toba, dan Bukittinggi.

Keempat menginstruksikan kepada Kontraktor dan Transportir angkutan BBM untuk mensiagakan kendaraan dalam jumlah yang cukup dan siap pakai/beroperasi, serta menambah armada mobil tangki. Kelima melakukan koordinasi dengan Bank agar buka pada hari libur untuk melayani pembayaran dari pengusaha SPBU.

Dengan kondisi tersebut diatas, maka diharapkan masyarakat dapat merayakan Hari Raya Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 dengan tenang,” harapnya. (*)

Kondisi Stok BBM per 23 Desember 2011 :

PROVINSI

PREMIUM

KEROSENE

SOLAR

NAD

30,282

6,947

17,583

SUMUT

12,065

1,798

14,882

RIAU

16,966

2,677

24,219

SUMBAR

11,632

5,617

25,537

KEPRI

22,005

41,512

16,833

TOTAL

92,950

58,551

99,054

Mukhtar | Edited by Rbc

TRANSLATE
Antisipasi Kebutuhan Natal dan Tahun Baru, Pertamina Bentuk Tim Pemantau Distribusi BBM
Antisipasi Kebutuhan Natal dan Tahun Baru, Pertamina Bentuk Tim Pemantau Distribusi BBM
 
 

 


 


 


 


 


Copyright © 2010 RiauBisnis.com Portal News
50 thn Bank Panin
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/5
 

Majalah Venues Online

 

Harga Bahan Olahan Karet (Bokar)

Periode :14 s/d 19 Mei 2012

 

Harga Bokar di Pabrik

Harga (Rp/Kg)

1

PT Rickry Pekanbaru

28.000

2

PT P&P Bangkinang

28.000

3

PT Tirta Sari Surya

28.000

4

PT Andalas Agrolestari

28.000

 

Sumber: Disbun Riau

 

Harga Kelapa Butiran dan Kopra

Periode :15 Mei 2012

No

Keterangan

Harga (Rp/Kg)

1

Kelapa bulat licin

1.033,33,-

2

Kopra mutu kering (100%)

5.00

3

Kopra mutu basah (80%)

3.100

4

Kopra mutu basah (60%)

3.000

 

Sumber: Disbun Riau

 

 

NAB

Danareksa: 21 Mei 2012
RIF RLF
NAB (Rp)
1,635.48 1,000.00
Hasil Investasi
30 hari terakhir (%)
0.390.34
1 thn terakhir (%)
5.31 4.89
Riil 1 thn terakhir (%)
- -
RIF : Riau Income Fund
RLF : Riau Liquid Fund

  TBS Sawit Periode :

16 s/d 22 Mei 2012

 Umur Tanaman (Tahun)

 TBS (Rp/Kg)

3

1.269,11

4

1.418,36

5

1.518,24

6

1.561,85

7

1.621,77

8

1.672,26

9

1.725,31

>=10

1.773.97

Sumber: Disbun Riau