Tampaknya PLN Ranting Perawang tidak main-main kepada pelanggan yang bandel enggan membayar tarif listriknya. Dalam waktu dekat, PLN Ranting Perawang akan melakukan pemutusan besar-besaran bagi pelanggan yang belum membayar tunggakannya. Tunggakan pelanggan PLN sampai Juni 2011 sebesar Rp 469.286.000.
Pemutusan aliran listrik sementara dan pembongkaran tersebut bagi pelanggan yang menunggak di atas tiga bulan. Untuk itu, pihak PLN Ranting Perawang mengimbau pelanggan PLN yang menunggak untuk segera membayar tunggakan tersebut.
“Kita akan melakukan pemutusan besar-besaran bagi pelanggan yang menunggak pembayaran listrik. Sampai Juni 2011 tunggakan telah mencapai Rp 469.286.000,” ujar Kepala PLN Ranting Perawang, Rommel Harahap, Senin (13/6/2011) di Perawang seperti dilansir Riau Pos, Selasa (14/6/2011).
Dikatakan Rommel, untuk menghindari pemutusan sementara aliran listrik dan pembongkaran rampung bagi pelanggan yang menunggak di atas tiga bulan, diimbau agar segera melunasi tunggakan rekening listrik sebelum tanggal 20 setiap bulannya.
Lebih lanjut Rommel menyatakan, terkait program sehari sejuta pelanggan untuk mencapai target sehari sejuta pelanggan pada Ranting Perawang, sampai Mei 2011 rasio elektrifikasi mengalami kenaikan sebesar 55,87 persen.
Dari data ini, di dalamnya jumlah Kepala Keluarga (KK) 24.395 dan jumlah yang sudah terlistrik sebanyak 13.629 KK. Ini merupakan tahap kedua gerakan sehari sejuta sambungan yang pada tanggal 17 Juni launching tahap ke dua.
“Ini berarti adanya kenaikan ratio elektrifikasi pada 2010 dengan ratio elektrifikasi 49,55 persen. Maka target rata-rata nasional rasio elektrifikasi 60 persen, untuk PLN Ranting tahun 2011 akan tercapai menjelang Desember,” ungkap Rommel.
Terkait dengan adanya penipuan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dalam proses penyambungan baru lanjut Rommel, maka dia mengimbau kepada calon pelanggan, agar segera meminta informasi langsung ke kantor PLN Ranting Perawang Jalan M Ali No 105 telepon 0761-693311.
“Kita mengimbau kepada calon pelanggan untuk langsung mengurus ke kantor PLN Perawang, jangan berurusan dengan oknum,” katanya.(*)
Parlindungan | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






