Pemerintah Kabupaten Pelalawan bertekad menjalankan semua keinginan Pemerintah Provinsi Riau dalam program Operasi Pangan Riau Makmur (OPRM) yang dicanangkan Gubernur Riau beberapa waktu lalu.
Salah satu target yang ditetapkan Pemprov di Pelalawan adalah perluasan sawah seluas 19.450 hektare pada 2013. Sebagai bentuk keseriusan menggapai target tersebut, Pelalawan harus mencetak sawah baru dan rehab sawah terlantar belasan ribu hektare. Program ini sudah dilakukan sejak dua tahun lalu dengan sumber APBD kabupaten, APBD provinsi dan APBN.
Mengingat target pencapaian ini sangat besar dan menggunakan dana yang amat besar, Pelalawan sangat mengharapkan bantuan dana dari pemerintah pusat dan provinsi. Pasalnya, selama dua tahun program ini dijalankan, nilai bantuan yang masuk belum terlalu signifikan. Akibatnya program ini terlalu membebani anggaran kabupaten.
‘’Tidak apa-apa, kita yang tanggung semua kalau anggaran kita cukup. Tapi kan tidak, anggaran terbatas. Ya harusnya dari provinsi dan pusat menaikkan. Masalahnya di situ, ada bantuan tapi belum imbang,’’ kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Pelalawan HM Zubir Umar seperti dilansri laman Riau Pos, Rabu (7/4/2010).
Mengingat program milik Pemprov Riau, dan soal ketahanan pangan merupakan pekerjaan nasional. Maka menurut Zubir, kebijakan anggaran harus menyesuaikan, dalam arti pertanggungan beban investasi lebih besar di APBD I dan APBN. Namun yang terjadi masih sebaliknya. Proporsi investasi yang dibebankan kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan masih di atas 50 persen.
Sebagai gambaran adalah program pencetakan sawah baru dan rehab sawah terlantar 2010. Program ini menghabiskan anggaran sebesar Rp9,4 miliar lebih. Di sini Pemkab Pelalawan melakukan investasi sebesar Rp5,21 miliar, atau sekitar 55 persen dari total investasi. Sementara APBN dan APBD Provinsi Riau hanya menanggung masing-masing 11,9 persen dan 32,74 persen. Dari sisi luas lahan garapan, Pemkab menggarap sawah baru dan sawah terlantas seluas 700 hektare, pemerintah pusat 150 hektare dan Pemprov 408 hektare.
‘’Jadi total perluasan sawah tahun ini, seluruhnya adalah 1.258 hektare. Ini saya kira harus diperbesar lagi supaya target 19.450 hektare pada 2013 mendatang bisa tercapai. Kita optimis target tersebut bisa kita kejar kalau dibagi rata. Yang jelas tahun depan kita harus cetak minimal 5.000 hektare pertahun. Kalau seperti sekarang pembagiannya nampaknya sulit dicapai,’’ tuturnya.(*)
Riau Pos | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






