Sepekan pasca pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini, harga kebutuhan pokok atau sembako di Pekanbaru belum terlihat bakal melakukan penurunan. Terhitung dari minggu terakhir Ramadan hingga awal September 2011, harga sembako umumnya masih dalam garis harga yang sama.
Dari data dilansir Disperindag Provinsi Riau hari ini, Kamis (8/9/2011), cabai merah merupakan komuditas yang paling lama mempertahankan harga di level tertingginya. Jika dibandingkan awal Agustus lalu, harga cabai merah hanya berkisar di angka Rp 15.000 per kg, sedangkan kini tertahan di angka Rp 26.000 per kg sejal awal Lebaran kemarin.
Hal ini dibenarkan Basarudin, salah seorang pedagang yang berjualan di Pasar Agussalim Pekanbaru. “Harganya masih sama. Masyarakat masih banyak yang meminta cabai-cabai ini, sedangkan pedagang belum banyak yang jualan,” paparnya kepada riaubisnis.com, Kamis (8/9/2011).
Menurutnya, beberapa pedagang cabai yang berada di lingkungan tempat ia berjualan masih banyak yang belum balik dari kampung halaman. Hal ini tentunya memicu tingginya permintaan konsumen di satu tempat penjualan saja.
Tidak hanya komoditi cabai, beberapa komoditi lain, seperti minyak goreng, daging ayam, dan ikan teri, masih tertahan di angka tertinggi di pekan ini. Minyak goreng curah yang sebelumnya hanya berkisar pada harga Rp 9.000 kini masih bertahan pada harga Rp 10.000.
Selain itu, daging ayam yang sebelumnya ditawarkan di hari normal seharga Rp 20.000 kini naik menjadi Rp 22.000. Untuk ikan teri yang awalnya dihargai Rp 65.000 per kg, kini masih tertahan pada angka Rp 68.000 per kg-nya.
Ia memprediksikan, beragam kebutuhan sembako ini bakal mengami penurunan harga di pekan kedua bulan ini. “Stok barang sebenarnya masih tetap stabil. Jika pedagang sudah ramai harga pun biasanya akan kembali normal,” tutupnya.(*)
Heru I Edited by Parlindungan



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






