Lebih kurang seluas 25 ribu hektare di Pulau Padang, Kecamatan Merbau terdapat kubah gambut. Karena berpotensi besar menghasilkan karbon REDD plus, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Kehutanan, telah melakukan pembicaraan dengan lembaga donor dunia di Paris.
Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kahutanan Kepulauan Meranti, Makmun Murod, belum lama ini saat ditemui di kantornya, peluang untuk meningkatkan PAD itu akan terus dijajaki dan dilanjutkan.
“Hutan di Pulau Padang itu, masih perawan. Dalam kajian terdapat seluas 25 ribu hektare kubah gambut yang dalam. Di dalam gambut tersebut memiliki sumber karbon REDD plus,” ungkap Murod.
Dengan adanya gambut itu, merupakan potensi menjadi suatu program yang diberikan insentif oleh lembaga donor dunia yang pusatnya berada di Kota Paris, negara Prancis. “Kita melakukan sounding ke Paris terhadap 25 ribu hektare lahan gambut kita yang ada di Pulau Padang. Karena memiliki potensi karbon yang tinggi,” ujarnya.
Dibeberkan Murod, dengan kedalaman yang ada di Pulau Padang mencapai 8 meter, potensi karbon yang dihasilkan setiap hektarnya memiliki 800 ton karbon. “Melalui mekanisme, potensi-potensi itu akan digabungkan dengan daerah lain oleh pemerintah pusat. Mudah-mudahan ke depan pemerintah pusat serius terhadap membantu menjaga dan mengoptimalkan potensi tersebut,” sebut Kadishut.
Saat ditanyakan, bagaimana dampak atau jaminan potensi karbon di dalam gambut itu, dengan akan masuknya perusahaan HTI (RAPP) di Pulau Padang, Murod menjamin dengan adanya RAPP, sebenarnya sekaligus mengamankan, potensi karbon yang besar dan keaneka ragaman yang besar di Pulau Padang.
”Sebab, kita telah minta kepada mereka dan itu sudah menjadi kewajiban mereka untuk tidak mengganggunya, sekaligus menjaga gambut itu,” katanya seperti dilansir Riau Pos, Rabu (3/8/2011).(*)
Parlindungan | Edited br Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






