Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Kepulauan Meranti akan segera ditambah. Hal itu setelah dilakukannya penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) antara Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (23/6/2011) di Gedung Balai Sidang DPRD Kepulauan Meranti.
Meranti sebagai kabupaten baru di Riau harus segera dilakukan penambahan kuota BBM tersebut, sebab kuota yang didapatkan kabupaten termuda di Riau ini adalah kuota sejak masih bergabung dengan kabupaten induk Bengkalis.
Oleh karena itu untuk mendukung penambahan itu Pemkab bekerja sama dengan tim lainnya seperti pihak kepolisian, pertamina serta yang lainnya dapat melakukan pengawasan terhadap pendistribusian BBM bersubsidi tersebut. Agar jumlah minyak yang diberikan subsidi itu dapat sampai ke masyarakat yang betul-betul membutuhkannya.
‘’Untuk mengawasinya perlu dilakukan MoU seperti saat ini. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti nantinya juga dapat menjaga penambahan kuota ini nantinya,’’ ungkap Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono, seperti dikutip dari Riau Pos, Jumat (24/6/2011).
Dia menambahkan, BBM wajib disediakan pemerintah kepada masyarakat. ‘’Mari kita jaga sama-sama BBM ini agar sampai ke masyarakat,’’ ujar Tubagus yang telah ditambahkan masa pensiunnya itu.
Tubagus Haryono, mengharapkan kepada Pemkab Meranti, APMS dan pihak lainnya yang terlibat juga dapat bekerja sama untuk menjaga penambahan kuota itu nantinya. Saat ditanyakan berapa jumlah penambahan yang akan disetujui pihak BPH Migas, Tubagus mengakui bahwa pihaknya akan melakukan pendataan dulu sebelumnya.
“Tidak akan lama lagi. Dalam waktu dekat ini lah, kita akan lakukan penambahan setelah selesai melakukan pendataan di lapangan,” ujar Tubagus Haryono.
Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan Nasir MSi berterima kasih kepada pihak BPH Migas yang telah datang ke Meranti dalam upaya penambahan kuota BBM yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan akibat dari kurangnya kuota di Meranti, harga yang dijajakan kepada masyarakat dapat mencapai Rp10 ribu per liternya.
“Kuota saat ini diterima Meranti adalah kuota sejak Meranti sebuah kecamatan di kabupaten induk Bengkalis. Jadi dengan penambahan ini nantinya dapat mendorong percepatan pembangunan dan perekonomian,” kata Irwan.
Apalagi lanjut dia, umumnya sarana transportasi di Meranti saat ini jumlahnya sangat signifikan. “Akses antar-kecamatan, desa dan antar daerah lainnya di Meranti pada umumnya dilakukan dengan menggunakan sarana transportasi laut yakni kapal pompong atau speed boat,” ujarnya.
Sales Area Manejer Pertamina Regional Riau, Indrian Kurniawan yang turut hadir dalam MoU tersebut mengatakan, pihak Pertamina akan mendukung penambahan kuota BBM di Meranti. Bahkan pihaknya mengakui telah terjadi pertumbuhan yang cukup tinggi di Kabupaten Meranti beberapa tahun belakangan.
‘’Pertumbuhan itu, baik masyarakat dan jumlah kendaraan yang ada di Kepulauan Meranti menjadikan sejalan dengan keperluan terhadap BBM semakin tinggi. Jadi berapapun permintaan akan dilayani, namun tetap melakukan pengawasan dilapangan serta terus evaluasi dilapangan. Selain pengawasan yang kami lakukan, kita juga meminta kepada Pemkab Meranti melakukan pengawasan,’’ kata Indrian.
Untuk diketahui, saat ini jumlah kuota BBM Meranti, mulai dari premium sebanyak 655 Kilo Liter (KL) per bulannya, solar 485 KL per bulannya, dan minyak tanah (Mitan) 285 KL per bulannya yang masuk ke Meranti.
“Jika tidak mendapatkan penambahan, maka akan sulit bagi kita untuk menunjang roda pemerintahan,” ungkap Kadisperindag Meranti , Syamsuar. (*)
Zuprianto | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






