Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti akan membangun lapangan udara perintis, sementara saat ini studi kelayakannya untuk pembangunan lapangan udara tersebut sedang dikerjakan pemerintah pusat.
Demikian disampaikan Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, Selasa (14/6/2011) saat kunjungannya meninjau lokasi rencana dibangunnya lapangan udara perintis tersebut di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi Barat.
Lebih jauh Irwan menegaskan, bahwa pembangunan lapangan udara itu akan diserap dari anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Pihaknya akan sharing dengan pemerintah pusat.
“Kita yang menyediakan lahan, mereka (pemerintah pusat, red) yang akan membangun lapangan udara itu. Dan itu akan mulai dikerjakan awal 2012 nanti. Maka dari itu kita meninjau lokasi yang telah ditetapkan pemerintah pusat melalui satelit di Jakarta,” ungkap Irwan seperti dilasnir Riau Pos, Rabu (15/6/2011).
Lebih jauh diutarakannya, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, seiring dengan telah ditetapkannya salah satu kawasan di Meranti sebagai lapangan udara itu.
“Setelah ditetapkan mereka melalui satelit salah satu kawasan kita, mereka (pemerintah pusat) pun telah menerjunkan anggotanya untuk melihat kawasan yang diminati mereka itu,” ujarnya.
Irwan juga meminta kepada Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan, M Faturrahman yang juga turut dalam peninjauan tersebut untuk segera menetapkan titik koordinat lokasi pembangunan lapangan terbang itu nantinya.
Bupati juga ingin Kadis Perhubungan untuk terus melakukan pendataan di lapangan dan segera menyelesaikan persoalan lahan yang akan diperlukan itu. Menurut Kadis Perhubungan, M Faturrahman, lahan yang diperlukan seluas 1.000 meter x 5.000 meter.
Untuk diketahui, pembangunan lapangan terbang di Meranti sangat diperlukan sekali mengingat wilayah geografis Kabupaten Kepulauan Meranti berbatasan dengan negara tetangga. Termasuk juga dengan provinsi tetangga, yakni Provinsi Kepri.
“Kita memang memerlukan lapangan udara. Baik untuk Angkatan Udara (AU) sebagai pertahanan ataupun untuk pemerintah, ataupun masyarakat. Lapangan udara ini juga nantinya berpotensi dibuka untuk dikomersilkan,” sebut Irwan.(*)
Parlindungan | Edited by Rbc


arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






