Harga cabai merah di pasar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) masih terus naik. Di pasar tradisional Teluk Kuantan, harga satu kilogram cabai mencapai Rp 85.000. Harga ini masih berkemungkinan naik menjelang Februari 2011 mendatang.
Kenaikan harga cabai yang melambung tinggi dari biasanya, yang hanya dijual Rp 45.000 per kilogram dikeluhkan warga. Namun Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Kopindag) Kabupaten Kuansing tidak bisa berbuat banyak menstabilkan harga cabai saat ini.
Kendati demikian, Kepala Dinas Kopindag Kuansing, Darwin Yohanis, Selasa (25/1/2011) mengatakan, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan menurunkan tim untuk melakukan pemantauan.
Dikatakannya, dirinya segera mengumpulkan staf terutama yang berada di bidang perdagangan, untuk segera turun ke pasar-pasar wilayah Kabupaten Kuansing memantau harga sembako, terutama harga cabai yang masih tinggi di pasaran saat ini.
Tidak hanya di pasar tradisional Teluk Kuantan tetapi juga pasar-pasar kecamatan lainnya. Namun Darwin Yohanis yang telah banyak memegang jabatan eselon II di lingkungan Pemkab Kuansing ini, yakin kalau kenaikan harga tersebut bukan permainan pedagang cabai.
“Kalau kenaikan harga cabai ini, saya yakin tidak ada permainan pedagang cabai,” bebernya seperti dilansir Riau Pos, Rabu (26/1/2011).
Keperluan cabai untuk wilayah Kabupaten Kuansing ini, sebagian besar dipasok dari daerah Sumatera Barat. Sementara produksi cabai di wilayah Sumatera Barat saat ini memang terbatas.
Pengaruh perubahan cuaca yang tidak menentu dan cenderung ekstrim, sepertinya ikut mempengaruhi salah satu bahan penyedap masakan ini.
‘’Perubahan cuaca akhir-akhir ini sepertinya mempengaruhi produksi cabai di Sumatera Barat,’’ tambahnya lagi. Namun secara pasti akan diperoleh informasi setelah timnya diturunkan ke pasar-pasar yang dijadwalkan pekan depan.(*)
Parlindungan | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






