PT Wananugraha Bima Lestari (WBL) menyerahkan kerambah, pakan, serta bibit ikan patin sebanyak 10.000 ekor kepada Kelompok Nelayan Indah Teso sebagai bentuk program Community Development (CD) di Desa Gunung Sahilan, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau.
Bertempat di Aula Kantor Desa Gunung Sahilan, Senin (4/07/2011) Estate Manager PT WBL, Obet Sembiring menyerahkan bibit ikan patin secara simbolik kepada Ketua Kelompok Nelayan Indah Teso, Hasmizon disaksikan oleh Camat Kampar Kiri Dasman, Kepala Desa Gunung Sahilan, Masopian beserta perangkat desa lainnya, SGR Estate Nagodang Agus Gazali dan Busral Indra, CD Departement serta PR Departement PT WBL.
“Tujuan dari pemberdayaan petani air tawar ini merupakan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat khususnya para petani pencari ikan di sungai yang ada di dalam kawasan konsesi Perusahaan. PT. WBL melalui Community Developmentnya akan mendampingi masyarakat untuk penyediaan bibit, pemeliharaan, penyediaan pakan serta pemasaran ikan hasil panen,” terang Anselmus, CD Head PT WBL.
Sementara Camat Kampar Kiri, Dasman dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diserahkan oleh PT. WBL kepada masyarakat yang ada di Gunung Sahilan.
“Terima kasih atas partisipasi aktif PT WBL yang ikut serta meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Sebelumnya, program Budidaya Kerambah Ikan air tawar ini juga sudah disinkronkan dengan kebutuhan Desa Gunung Sahilan dan program yang telah disusun oleh Kecamatan Kampar Kiri. Kegiatan seperti ini akan mengangkat ekonomi masyarakat, dan saya berharap kelompok nelayan yang sudah diberi kepercayaan dapat mengusahakan kerambah tersebut dengan sunguh-sunguh,” paparnya.
Masopian, Kepala Desa Gunung Sahilan yang juga hadir dalam acara serah terima tersebut, turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian PT. WBL terhadap desa yang dipimpinnya. PT WBL sangat membantu masyarakat yang ada di Gunung Sahilan, apalagi mata pencaharian masyarakat yang ada di sini sebagian besar adalah nelayan.
"Dengan adanya kerambah ini, saya berharap masyarakat tidak lagi pergi jauh untuk mencari ikan. Dan kepada kelompok Nelayan Indah Teso, saya minta untuk serius mengolah kerambah tersebut. Keberhasilan panen kerambah ini akan menentukan terbentuknya kerambah baru dan kelompok Nelayan baru,” kata Masopian.
Pada kesempatan yang sama, Estate Manager PT WBL Obet Sembiring memaparkan keuntungan dari program budidaya kerambah ikan air tawar yang diterapkan oleh PT WBL di Desa Gunung Sahilan yang merupakan Ring I Areal Konsesi perusahaan.
“Program Budidaya ikan air tawar ini akan sangat menguntungkan masyarakat, sebab 60 persen dari hasil panen akan menjadi hak dari Kelompok Nelayan Indah Teso sebagai pengelola kerambah, 30 persen keuntungan akan disisihkan untuk modal pembentukan kerambah baru dan Kelompok Nelayan Baru, 5 persen dari hasil panen ikan akan dimasukkan ke kas KUD Ulayat Harapan Sahilan, dan 5 persen lagi akan dimasukkan ke kas Desa Gunung Sahilan,” terang Obet.
“Pembentukan Kelompok Nelayan baru akan dilaksanakan setelah panen tiga kali. Apabila ada hal lain yang menghambat pembentukan kelompok baru, maka 30 persen tersebut dapat dialihkan kepada program lain sesuai dengan kesepakatan bersama antara PT. WBL dengan KUD Ulayat Harapan Sahilan dan kelompok Nelayan Indah Teso,” tambah Obet.
Public Relation PT WBL Afrijon Ponggok, mengatakan program budidaya kerambah ikan tawar bukanlah program yang pertama sekali dilaksanakan oleh PT WBL. Akan tetapi, budidaya kerambah ini sudah lebih dahulu diterapkan di Desa Beringin Jaya dan Desa Sukamaju, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuansing. Untuk Desa Beringin Jaya di fokuskan untuk budidaya ikan tawar jenis Nila sedangkan Desa Sukamaju difokuskan untuk budidaya ikan air tawar jenis Nila dan Lele.
“PT. WBL akan melakukan pendampingan kepada masyarakat yang telah dipercayakan untuk mengelola budidaya kerambah ikan air tawar di desanya masing-masing. Setiap kelompok nelayan dapat menyampaikan keluhannya kepada orang yang diutus perusahaan untuk melakukan controlling. Sehingga kedepannya, setiap kendala-kendala diketahui lebih dini dan dapat dicarikan solusinya secepat mungkin. Saya berharap, program budidaya kerambah ikan tawar yang telah kita terapkan, dapat meningkatkan tarap perekonomian masyarakat yang berada di sekitar areal konsesi perusahaan,” tutup Afrijon.
Bersamaan dengan serah terima kerambah, pakan serta bibit ikan patin, Management PT. WBL yang diwakili oleh Departement CD dan PR juga turut memberikan bantuan berupa peralatan olahraga. Asisten Public Relation Novalina Sirait, secara simbolis menyerahkan bantuan peralatan olahraga berupa bola volly dan bola kaki yang diterima oleh perwakilan pemuda Desa Gunung Sahilan, A.Riyan. (*)
Zuprianto | Edited by Parlindungan



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






