Keinginan masyarakat Indragiri Hulu (Inhu) yang berdomisili di desa-desa untuk mendapatkan penerangan listrik kini cukup tinggi. Sebab, dengan adanya proggram PLN, serta mulai membaiknya kondisi listrik, warga berharap, di Inhu program listrik masuk desa bisa dilaksanakan.
Salah satu di antaranya adalah di Kecamatan Batang Cenaku. Di mana ada sejumlah desa di kecamatan ini yang belum teraliri listrik. Sehingga desa-desa sekitar masih jauh tertinggal dari desa-desa di kecamatan lain yang sudah lebih dulu mendapatkan listrik PLN.
Seperti yang diungkapkan anggota DPRD Inhu asal Kecamatan Batang Cenaku, Suharto kepada wartawan di Pematangreba, Rabu (27/4/2011) mengatakan, pada umumnya, desa-desa di Kecamatan Batang Cenaku sangat mendambakan listrik.
“Kecamatan hasil pemekaran di Inhu masih tertinggal, mereka butuh listrik PLN” ungkapnya seperti dilansir Riau Pos. Kamis (28/4/2011).
Dengan membaiknya kondisi listrik di Inhu saat ini, menurut Suharto, pemerintah dan PLN perlu memprogramkan sejuta sambungan listrik di desa. Sehingga ke depan desa-desa ini secara bertahap bisa mendapatkan penerangan layaknya desa-desa lain seperti yang berada di Pulau Jawa.
Sebelumnya, warga Dusun Sungai Limau Desa Seko Lubuk Tigo Kecamatan Lirik juga berharap hal yang sama. Karena, sekitar 150 KK warga yang tinggal di dusun ini masih tertinggal. Kalaupun ada penerangan listrik dari diesel yang dibeli secara pribadi oleh masyarakat. Sehingga penerangan di malam hari sangat terbatas.
Tokoh pemuda Dusun Sei Limau, Arifin mengatakan, jarak tiang listrik PLN di Desa Seko Lubuk Tigo dengan Dusun Sei Limau diperkirakan hanya sekitar 2 KM. Maka jika ada program listrik masuk desa, PLN tidak terlalu banyak untuk menambah tiang dan jaringan.
“Sudah lama kami mendambakan listrik, tapi sejuh ini belum terlaksana. Kami merasa tertinggal dari warga di dusun lain,” ujarnya saat pertemuan dengan anggota DPRD Riau, Abu Bakar Siddik, beberapa hari lalu.
Menanggapi hal itu, Manager PLN Cabang Rengat, Agustian M mengatakan, untuk penyambungan listrik, ke depan tetap akan diupayakan. Termasuk desa-desa yang memang bisa dijangkau oleh PLN.
Prosedur yang harus dilalui adalah pengajuan berlangganan dari desa yang dilengkapi dengan nama calon pelanggan. Sepanjang daya yang ada saat ini masih tersedia, maka PLN siap untuk melaksanakan sambungan baru.
“Karena, PLN sejak dua tahun terkahir ini memang telah melaksanakan kegiatan seribu sambungan,” terangnya.
Katanya lagi, setelah daftar tunggu di PLN bisa diselesaikan, maka ke depan penerangan di desa-desa yang bisa terjangkau akan tetap menjadi perhatian PLN.(*)
Parlindungan | Edited by Rbc


arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






