Tahun lalu peningkatan produksi padi di Kabupaten Inhu, telah dilakukan. Bahkan peningkatan hasil panen padi sawah sudah mencapai sekitar 80,5 persen.
“Tahun lalu, produksi padi sawah Inhu terjadi peningkatan sebesar 80,5 persen dari tahun sebelumnya. Bahkan untuk Provinsi Riau, peningkatan hasil padi Inhu termasuk yang tertingi,” ungkap Kadis Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Inhu Ir Fenny Darius seperti dikutip riaupos.com.
Meningkatnya produksi padi ini tidak terlepas dari program SRI Organik yang sudah diaksanakan di Inhu. Dimana Kabupaten Inhu termasuk pelopor penerapan sistem SRI Organik ini. Jika dulu sebelum program itu dilaksanakan, hasil panen warga untuk satu haktare lahan sawah, hanya sekitar empat ton saja. Tapi sejak menerapkan program ini, hasilnya meningkat menjadi rata-rata enam hingga tujuh ton per hektare. Dengan meningkatnya hasil panen ini Kadis Pertanian Hortikultura Inhu Ir Fenny Darius menerima piagam penghargaan dari Gubri baru-baru ini.
Disamping meningkatnya hasil panen, dari segi pengeluaran biaya juga berhemat. Karena petani tidak lagi harus membeli pestisida, dan berbagai jenis pupuk kimia. Akan tetap cukup mengandalkan tenaga petani dengan menggunakan pupuk kompos yang bisa diproduksi sendiri. Selain itu pola SRI Organik juga bisa hemat air sampai 45 persen dan hemat penggunaan benih.
Sebelumnya untuk satu hektare lahan sawah petani harus mengeluarkan 25 kilogram benih. Tapi dengan SRI organik untuk satu hektare lahan hanya butuh lima kilogram benih. ‘’Inilah beberapa keunggulan program SRI Organik, semuanya serba alami, tanpa bahan kimia. Yang beda sebenarnya hanya pengelolaan saja, kalau jenis benih padi itu terserah kita untuk memilih,’’ ujar alumni Unand Padang ini.
Awalnya program itu didapat dari petani Subang Jawa Barat. Saat itu sejumlah kelompok tani ini, serta bupati difasilitasi Perusahaan PT Medco, petani Inhu menimba ilmu di daerah itu. Kemudian dicoba diterapkan di Kabupaten Inhu di sejumlah kecamatan. Di antaranya Kecamatan Kuala Cenaku, Rengat, Rengat Barat, Seberida, dan Kecamatan Rakit Kulim.
Hasilnya cukup memuaskan. Saat panen perdana di Kuala Cenaku beberapa waktu lalu, hasil panen petani meningkat. Selain itu juga di Desa Kelayang Kecamatan Rakit Kulim juga meningkat.
Baru-baru ini juga melakukan panen di Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida, hasilnya juga memuaskan. Dengan demikian sebutnya sejak diterapkannya SRI Organik ini, animo masyarakat tanam padi meningkat. Sehingga program Gerakan Lumbung Padi Aksi Terpadu Operasi Pangan Riau Makmur (Geliat OPRM) bisa terwujud di Inhu. (*)
Mukhtar | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






