Premium di Inhil Langka, Eceran Rp 10 Ribu per Liter

E-mail Print PDF

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium kembali terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kondisi ini merupakan dampak dari kelangkaan yang terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau, termasuk di Pekanbaru.

 

Teramati, di sejumlah SPBU yang ada di Inhil, pasokan BBM jenis premium tidak bertahan lama, karena begitu kendaraan tanki datang menyuplai BBM untuk SPBU, para pembeli sudah langsung mengantre dan memenuhi areal SPBU. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

 

Contohnya di SPBU Rumbai, Inhil, di kawasan itu, Minggu (19/6/2011) sore, puluhan motor nampak sedang mengantre BBM, termasuk mobil pribadi dan angkutan umum.

 

Kondisi ini menurut warga sudah berlangsung sekitar tiga hari terakhir. Anehnya, seperti yang terjadi setiap kelangkaan BBM di SPBU, namun persis di depan SPBU masih banyak pedagang BBM eceran menjajakan bensin literan. Bahkan, di beberapa lokasi harga jual BBM sudah mencapai Rp 10.000 per liternya.

 

“Sudah tiga hari ini lah minyak mulai susah lagi, kalaupun dapat kami juga membeli pada pelangsir,”  ujar Nur, salah seorang pedagang eceran di Kecamatan Tempuling yang menjual BBM seharga Rp 11.000 per botol minuman mineral yang diperkirakan berisi 1,5 liter.

 

Kehadiran para pelangsir baik menggunakan sepeda motor ataupun kendaraan roda empat ini diduga karena adanya larangan penjualan BBM kepada pembeli menggunakan jerigen. Sehingga banyak pelangsir yang hanya menunggu dengan jerigen-jerigen kosong mereka di pinggir jalan depan SPBU, karena di SPBU terdapat petugas kepolisian yang mengawasi pendistribusian BBM tersebut.

 

Berita yang dilansir Riau Pos, Senin (20/6/2011) ini, kondisi yang sama juga terpantau di SPBU Parit 4 Tembilahan Hulu, di mana antrean kendaraan diperkirakan tidak kurang dari 70 pengantre kendaraan roda dua. Biasanya saat ketersediaan BBM cukup, pengantre hanya berkisar 5-10 orang saja.

 

Para pengendara khawatir jika kondisi ini terus berlangsung lama, akan mengganggu transportasi mereka sehari-hari untuk bekerja. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Indragiri Hilir, Pahrolrozy menilai, kelangkaan BBM di Inhil masih wajar dan SPBU masih bisa beroperasi sampai pukul 16.00 WIB sore bahkan ada yang sampai malam.

 

Pihaknya tidak menampik banyaknya pembeli BBM menggunakan motor dan mobil kemudian dipindahkan ke jerigen dan dilakukan berulang-ulang. Namun, pihaknya membantah bahwa sejauh ini penjualan BBM kepada pembeli menggunakan jerigen di atas lima liter tidak ada karena sudah ada larangan Pemerintah.

 

“Kalau di SPBU Rumbai, Kapolsek Kempas turun langsung mengawasi, jadi untuk pembeli menggunakan jerigen tidak dibenarkan, kalau kedapatan pengelola melakukannya akan diberikan sanksi,” ujar Pahrolrozy tegas.

 

Pihaknya menyebutkan, kelangkaan BBM terjadi hampir merata di seluruh kabupaten/kota di Riau, dan untuk Inhil dampaknya belum terlalu parah karena sebagian minyak masuk dari jalur laut yang datang dari Tanjung Uban.

 

“Perindag Inhil juga meminta agar masyarakat ikut mengawasi pendistribusian BBM, supaya tidak disalahgunakan untuk keperluan lain di luar kendaraan,” harapnya.(*)

Parlindungan | Edited by Rbc

TRANSLATE
Premium di Inhil Langka, Eceran Rp 10 Ribu per Liter
Premium di Inhil Langka, Eceran Rp 10 Ribu per Liter
 
 

 


 


 


 


 


Copyright © 2010 RiauBisnis.com Portal News
50 thn Bank Panin
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/5
 

Majalah Venues Online