Usulan Pemkab Indragiri Hilir (Inhil) untuk Pembangunan Gudang Beresi dan Balai Besar Kelapa di Inhil disetujui oleh Kementerian Perindustrian Perdagangan RI. Kini Pemkab Inhil terus berkoordinasi dengan Pusat tentang realisasinya.Pembangunan kedua sarana ini dinilai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil, Pahrolrozy, sebagai tindakan yang harus dilakukan untuk menyelamatkan produksi kelapa Inhil.
Apalagi kesejahteraan petani kelapa di daerah yang memiliki kebun terbesar di Asia bahkan Dunia ini masih jauh dari harapan.
“Alhamdulillah dua dari tiga program yang kita ajukan ke Kemenperindag disetujui, di antaranya Gudang beresi dan Balai Besar, sedangkan Pasar Lelang ditolak dan Pusat menyarankan Inhil bergabung dengan Pekanbaru,” ungkapnya seperti dikutip Riau Pos, Kamis (19/5/2011).
Menurutnya, Inhil memerlukan sebuah Gudang Kelapa yang memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). Di gudang ini nantinya setiap produksi kelapa petani disimpan dalam bentuk kopra murni 100 persen.
Karena gudang kelapa ini dilengkapi dengan open dan gudang penyimpanan kopra. Sistem pengoperasian Gudang tersebut akan dikelola sedemikian rupa, yang jelas semua kelapa yang disimpan di dalam gudang tersebut adalah milik petani kelapa.
Bahkan petani diberi kemudahan karena setiap petani kelapa yang menyimpan produksi kelapa mereka di dalam gudang, akan menerima resi gudang dari pengelola gudang yang ditunjuk oleh Menteri Perdagangan.
‘’Resi gudang yang diterima oleh petani tersebut dapat dijadikan uang di bank yang nantinya ditunjuk sesuai Peraturan Menteri, dengan jaminan kopra 100 persen yang disimpan di dalam gudang,’’ paparnya.
Dengan terkumpulnya stok kopra dalam jumlah besar di gudang penyimpanan tersebut, untuk memasarkannya pemilik gudang akan melakukan lelang dengan mengundang pengusaha, dan kopra dapat dijadikan komoditi ekspor.
Untuk pembangunan Balai Besar Kelapa, Kabupaten Indragiri Hilir sebagai daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia harus memiliki Balai Besar Industri Kelapa, yang dibangun melalui dana APBN. “Sekarang Balai Besar ini hanya ada dua di Indonesia, pertama di Papua, dan kedua di Ternate. Inhil juga harus memiliki Balai Besar karena potensi kelapa di daerah ini sangat besar,” tambahnya.
Sebagai catatan, setiap tahun Inhil dapat menghasilkan produksi kelapa rakyat sebesar 390.924,28 ton, dengan luas lahan 295.380,24 hektare. Bahkan daerah ini juga mampu memproduksi sebanyak 67.055,69 ton kelapa hybrida per tahun dari luas lahan 28.770 hektare. Dengan dibangunnya berbagai fasilitas tersebut diharapkan kelangsungan perkebunan kelapa di Negeri Siribu Jembatan itu dapat terus eksis.(*)
Zuprianto | Edited by Parlindungan



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






