Juli 2010, PLTU 2x7 MW Dibangun di Inhil

E-mail Print PDF

PT PLN akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan daya 2X7 Mega Watt di Kabupaten Indragiri Hilir. Jika tidak ada kendala, maka sesuai kontrak yang telah dibuat, pengerjaannya akan dimulai Juli 2010 mendatang.

Menurut Engineering PT PLN Pusat Pahala, langkah awal yang sudah dilakukan PLN di antaranya penyelidikan tanah untuk menentukan layak tidaknya lokasi yang sudah disediakan Pemkab untuk lokasi pembangunan PLTU. Hasil investigasi kelayakan tanah lahan di Parit 22, pinggir Sungai Indragiri Kelurahan Sungai Beringin, akan diketahui sekitar sebulan ke depan.

‘’Jadwal kita sesuai kontrak yang ada, kira-kira pembangunanya akan dimulai awal Juli mendatang,’’ katanya usai bertemu dengan Bupati Inhil Indra Muchlis Adnan dikediamannya, seperti dilansir laman Riau Pos, Rabu (7/4/2010).

Pahala menyebutkan, untuk PLTU 2x7 MW skala kecil ini memerlukan batu bara sekitar 1 ton untuk 1 MW per jam, karena total daya sebesar 14 MW, maka diperlukan 14 ton batu bara setiap jam, atau sekitar 365 ton setiap harinya. Apakah akan menggunakan pasokan batu bara yang ada di daerah atau tidak, Pahala mengatakan hal itu nantiya akan ditender oleh PLN. Jika memang ada kontraktor lokal yang ikut, kemungkinan bisa saja menjadi pemenang tender, namun hal itu ditentukan oleh pusat.

Terkait pembangunan PLTU 2x7 di Tembilahan ini, Pahala sendiri mengaku kaget karena Inhil mendapat prioritas dari PT PLN, karena tahun ini PLN hanya menyetujui pembangunan PLTU 2x7 MW di empat kota se-Indonesia. Hal ini menurutnya tidak terlepas dari kegigihan Bupati Inhil H Indra Muchlis Adnan dalam memperjuangkannya ke PLN Pusat.

Engenering PT PLN Pusat itu menyebutkan, sesuai terget, PLTU 2x7 MW akan diupayakan bisa masuk sistem dan bisa menyuplai daya ke pelanggan sekitar akhir 2011 mendatang. Hal ini juga mendapat dukungan dari Bupati Inhil yang siap membantu semua persyaratan administrasi yang diperlukan PLN nantinya agar pembangunan bisa dimulai.

Sementara itu Bupati Inhil, Indra Muchlis Adnan mengatakan, survey lahan seluas 10 hektare yang dilakukan oleh PT PLN tersebut merupakan salah satu proses awal yang dilakukan PLN. Karena Pemkab Inhil juga sudah memberikan izin masuk lokasi. Namun demikian Pemkab Inhil masih akan menunggu surat resmi dari PLN pusat agar Pemkab bisa membentuk tim sembilan untuk pembebasan lahan yang direncanakan.

‘’PLN mulai melakukan pengujian teknis dan pengecekan lahan di lokasi yang ditetapkan untuk pembangunan PLTU 2x7 MW sudah merupakan langkah maju bahwa PLN segera akan mulai pembangunannya. Namun kita akan tunggu surat resmi dari PLN dan bentuk tim sembilan untuk pembebasan lahan,’’ kata bupati.

Pihaknya kembali menegaskan bahwa berdasarkan keterangan pihak PLN menyatakan akhir 2011, PLTU 2x7 MW sudah masuk sistem dan bisa dialirkan daya ke masyarakat. Kekuatan daya PLTU 2x7 MW tersebut diperkirakan bisa menyuplai daya selain Kota Tembilahan, di antaranya ke Tembilahan Hulu, dan Batang Tuaka.

‘’PLN juga akan melengkapi pembangunan jaringan ke dalam kota dan kecamatan terdekat. Lokasi memang agak jauh dari kota sehingga tidak mengganggu tempat tinggal masyarakat, baik kebisingan maupun limbah asap yang dihasilkan,’’ tambah Indra Mukhlis sembari mengajak masyarakat untuk bersabar, karena pembangunan PLTU bukan bisa disulap pembangunanya, dan perlu waktu.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Manajer PLN Ranting Tembilahan, Desril Naldi, Kadistamben HE kemal Syahindra, Kepala KLH H Eddy Aprizal, dan Kabag Pemerintahan MJ Verman. (*)

Riau Pos | Edited by Rbc
TRANSLATE
Juli 2010, PLTU 2x7 MW Dibangun di Inhil
Juli 2010, PLTU 2x7 MW Dibangun di Inhil
 
 

 


 


 


 


 


Copyright © 2010 RiauBisnis.com Portal News
50 thn Bank Panin
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/5
 

Majalah Venues Online