Dalam pelaksanaan program Operasi Pangan Riau Makmur (OPRM) 2010 di Kabupaten Indragiri Hilir, ditarget pencapaian keberhasilan sebesar 80 persen. Hal ini didasari pencapaian tahun 2009 yang sudah menembus angka 70 persen dari luas lahan 100 hektare.
Kepala Badan Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Inhil, H Mukhtar T, di Kator Bupati Inhil menyebutkan, saat ini Dinas Pertanian bersama BP2KP tengah melakukan sosialisasi masa tanam tahap II OPRM tahun 2010 di 30 desa, sebagai tindak lanjut sosialisasi tingkat kecamatan yang sudah dilakukan.
Selain menyosialisasikan teknis pelaksanaan program OPRM, juga dilakukan pembentukan kesepaakatan kelompok tani yang tersebar di 30 desa sebagai salah satu pendukung realisiasi program OPRM nantinya. “Begitu sosialisasi tanggal 9 nanti tuntas, langsung dilakukan persiapan dan pekan kedua September akan dimulai perendaman benih padi oleh petani,” jelas Mukhtar T, seperti dikutip riaupos.com.
Optimisme Pemkab Inhil dapat merealisasikan OPRM lebih baik dibanding tahun lalu juga didasari luasan lahan OPRM yang jauh lebih luas dibanding awal mula program itu dijalankan yang hanya di lahan 100 hektare, sedangkan tahun 2010 ini, lahannya ribuan hektare. Berdasarkan data yang ada, program OPRM tahun 2010 di Inhil memiliki luas lahan 5.857 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan pada 30 desa.
Hanya saja saat ini sejumlah proyek terkait OPRM ini masih dalam proses pelelangan, di antaranya berupa bantuan APBN, APBD I dan APBD II yang akan diberikan dalam bentuk benih, pupuk, dan herbisida. Penerima bantuan ini disesuaikan dengan wilayah tanaman padi OPRM berdasarkan kondisi masing-masing daerah, sehingga nantinya ada kelompok tani yang hanya mendapat bantuan benih dan pupuk saja dan ada yang mendapatkan semua item bantuan.
Selain itu pada penanaman tahap kedua 2010 ini masih ada kendala di lapangan, terkait tidak semua petani berminat untuk melakukan penanam padi dua kali dalam setahun. Dalam mengatasi kendala ini, Dinas Pertanian dengan BP2KP telah menjalin koordinasi untuk memberikan pemahaman kepada petani.
Sedangkan persoalan-persoalan lain seperti masalah irigasi dan pengairan di areal OPRM, tahun ini Pemerintah Pusat melalui Dinas PU kabupaten akan memberikan bantuan trio tata air di 12 titik di Kabupaten Inhil. Karena dari pantauan di lapangan, trio tata air memang menjadi salah satu kendala teknis dalam menunjang keberhasilan OPRM di Inhil.
“Yang jelas sebelum musim tanam tahap dua nanti, kita memaksimalkan terbentuknya kesepakatan lokal antara kelompok tani yang diketahui Kades dan camat, sehingga realisasi program OPRM bisa lebih baik lagi,” tambah Mukhtar. (*)
Mukhtar | Edited by Rbc


arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






