Menyinggung rencana pembangunan PLTU 2x100 MW di Dumai, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membangun pembangkit di Kawasan Industri Dumai (KID). PLN menilai, lahan di kawasan industri tersebut tidak ada masalah.
“Saya pilih lahan di kawasan industri yang tanahnya sudah jelas tak tumpang tindih, pelabuhannya juga sudah jelas, seperti Kawasan Industri Dumai ini,” kata Direktur Utama PT PLN, Dahlan Iskan, usai berkunjung ke Dumai, Minggu (25/9/2011).
Dahlan mengatakan, dia banyak belajar dari pembebasan lahan untuk proyek PLN selama menjabat Dirut PLN. Mulai dari kasus sengketa lahan, tumpang tindih dan tanah kehutanan jadi masalah rumit dalam pembebasan lahan untuk proyek pembanguan pembangkit listrik PLN. Untuk itu, dia tak mau berspekulasi memilih lahan.
Dahlan mengakui, sebenarnya urusan lahan pembangkit di Tenayanraya Pekanbaru adalah sebuah kegagalan. “Kita tak mau terjadi lagi kasus seperti itu,” ungkap Dahlan seperti dilansir Riau Pos, Senin (26/9/2011).
Wali Kota Dumai, Khairul Anwar yang juga hadir dalam kunjungan tersebut mengatakan, dia sangat berharap dengan PLN. Jalan menuju KID sangat buruk dan berlubang sehingga menghalangi niat investor.
PLN akan melakukan tender pembangunan PLTU tersebut dua bulan ke depan. “Akhir tahun, pembangunan proyek akan dimulai. Sebenarnya, di Riau banyak investor yang datang. Jika harus menyediakan listrik sendiri maka aneh,” tuturnya.
Dahlan yakin, jika listrik tersedia, maka akan terus berkembang. Sumatera akan tumbuh pesat jika listrik tersedia. Dumai sebagai daerah yang langsung bertetangga dengan Malaysia, Singapura dan Thailand, menurutnya akan mampu bersaing.
”Bidang saya listrik. Saya bersumpah dua tahun lagi pantai timur Sumatera ini akan sebanding dengan Malaysia,” kata Dahlan.
Bentuk Tim Percepatan Pembangunan Pembangkit, Wali Kota Dumai, Khairul Anwar menyambut baik rencana PLN itu. Kunjungan Dahlan akan memberi solusi terkait kebutuhan listrik untuk menarik investor.
”Jika perlu, nanti kita bentuk tim percepatan untuk rencana pembangunan pembangkit PLN di Dumai,” katanya. Menurut Wako, Pemko Dumai sangat perlu listrik. Ini seiring Dumai yang kini dikenal sebagai kota industri.
Kini di Kota Dumai ada sekitar 53 perusahaan besar yang hampir semuanya menggunakan disel. Dengan pertumbuhan dan aktivitas industri yang sangat pesat. “Menurut kami, inilah waktunya PLN menyediakan pasokan listrik ke perusahaan,” urainya.
Selesai di Dumai, rombongan bergerak dari Kediaman Wali Kota Dumai menuju Bagansiapi-api Kabupaten Rohil. Rombongan tiba pukul 19.00 WIB langsung menuju Hotel Lion di Jalan Mawar.
Setelah berputar-putar di wilayah Batu Enam, rombongan kemudian mengunjungi rencana pembangunan pembangkit PLTGB dekat Jembatan Pedamaran. Dahlan juga melihat bangunan Jembatan Pedamaran yang dalam kondisi 80 persen dan hampir selesai. Jembatan dengan sistem kabel gantung ini dinilai membuat kabupaten itu akan tumbuh pesat.
Perjalanan langsung menuju kantor PLN Ranting Bagansiapi-api. Dahlan kembali rapat dengan GM PLN WRKR, Djoko R Abumanan dan Manajer Ranting Bagansiapi-api, Usdek untuk mencukupi keperluan listrik di Bagan. Usai rapat di lantai selama 30 menit, Dahlan menjelaskan solusi untuk Rohil sudah selesai direncanakan.
Disebutkannya, selanjutnya suplai listrik akan diambil dari sistem Sumbagsel. “Di Lampung akan dibangun pembangkit 200 MW, nanti akan bisa disalurkan ke Riau terutama Bagansiapi-api,” ujar Dahlan.(*)
Parlindungan | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






