PT PLN (Persero) berniat membangun PLTU berkapasitas 3x65 MW di Kota Dumai. Hingga kini masih dalam proses pembebasan lahan.
“Ada rencana dari PLN pusat untuk membangun PLTU berkapasitas 3x65 MW di Dumai. Sekarang masih dalam tahap proses pembesasan lahan,” ujar Manager SDM & Humas PLN Wilayah Riau-Kepri, Suhatman, kepada riaubisnis.com di kantornya, Senin (25/4/2011).
Kata Suhatman, pembangunan PLTU 3x65 MW masuk dalam rencana jangka panjang PLN untuk proyek pembangunan pembangkit listrik di wilayah Sumatera. Pasalnya, PLN melihat kebutuhan listrik di Sumatera khususnya Riau masih tinggi seiring tumbuhnya perekonomian daerah di Sumatera.
“Apalagi Dumai menjadi daerah kawasan industri yang terus berkembang pesat tentunya kebutuhan infrastruktur listriknya juga meningkat. Maka dari itu, PLN berencana membangun pembangkit listrik yang akan meng-cover kebutuhan listrik di sana,” ungkapnya.
Soal lokasi, Suhatman mengungkapkan, kemungkinan PLTU 3x65 MW dibangun dekat pantai. Untuk itu, lanjut dia, PLN akan koordinasi dengan Pemko Dumai supaya proses pembebasan lahan bisa berjalan lancar. “Kami sudah turun ke lapangan untuk meninjau lokasi, yang jelas lokasi pembangunannya di pinggir pantai untuk memudahkan akses bahan baku batu bara,” jelasnya.
Meski begitu, dirinya belum bisa memastikan kapan PLTU tersebut akan dibangun. “Soal waktu pelaksanaan dan tender pembangunannya itu wewenang PLN pusat. PLN wilayah cuma dimintai menyiapkan lahan dan koordinasi dengan Pemda,” terang Suhatman.
Sebelumnya, PLN juga dikabarkan berniat membangun PLTU di Riau berkapasitas antara 2×120-150 MW. Menurut Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN, Bambang Dwiyanto, pembangunan pembangkit berbahan bakar batubara ini, merupakan kerja sama antara PLN dengan pihak swasta.
Investor cukup menyediakan mesin pembangkit dan kemudian mengoperasikannya. Sedang PLN akan menyediakan lahan termasuk persiapan operasionalnya, memasok bahan bakar (batubara), menyiapkan transmisi serta membeli energi listrik yang dihasilkan dengan sistem sewa. (*)
Zuprianto | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






