Beberapa hari jelang masuknya Bulan Suci Ramadan, aktivitas warga dari Pulau Rupat ke Kota Dumai semakin meningkat. Hal itu mengakibatkan keberadaan kapal Roro KMP Paray yang melayari rute Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat ke Dumai, pulang pergi (PP) dipadati warga.
Dari informasi yang diperoleh pada Sabtu dan Minggu (30-31/7/2011), setiap kali penyeberangan, ratusan kendaraan yang umumnya roda dua terlihat antre menggunakan jasa penyeberangan oleh KMP Paray tersebut. Kondisi kapal yang sempit dan kecil, membuat masyarakat harus antre, menunggu giliran penyeberangan.
”Kondisi KMP Paray tidak layak melayari rute Tanjung Kapal-Dumai, karena terlalu kecil, muatannya tidak memadai, hanya mampu menampung sekitar seratus kendaraan roda dua setiap kali penyeberangan,” terang anggota DPRD Bengkalis asal Rupat, Misliadi, saat dikonfirmasi, Minggu (31/7/2011), seperti dilansir Riau Pos, Senin (1/8/2011).
Ia tidak menampik atas kondisi tersebut. Menurutnya, Dinas Perhubungan Bengkalis untuk menambah armada penyeberangan. Apalagi selama bulan Ramadan dan Idul Fitri mendatang, aktivitas penyeberangan dipastikan akan sangat tinggi. Tidak ada salahnya, kalau KMP Tasik Gemilang dioperasikan sementara dulu ke Rupat ini,” saran Misliadi.
Disebutkannya lagi, KMP Paray dari sisi kenyamanan juga kurang memenuhi persyaratan. Misliadi berharap ada kebijakan dari Pemkab Bengkalis selama bulan puasa dan IduL Fitri nanti.
”Sejak ada kapal Roro ini, aktivitas masyarakat tinggi, mereka tidak lagi menggunakan kapal pompong kayu ke Dumai, tapi melalui jalan darat via kapal Roro,” tutup pria asli Tanjung Kapal, Rupat itu.
Menyikapi hal tersebut, dalam beberapa kali kesempatan Dinas Perhubungan akan mengupayakan agar KMP Tasik Gemilang yang notabene merupakan kapal Pemkab, beroperasi ke Rupat dan Dumai.
“Hanya saja, sejauh ini KMP Tasik Gemilang belum melakukan docking, serta terganjal masalah izin pelayaran,” jelas Elfian Ramli, Kepala Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkalis.
Rencananya, menurut Elfian, KMP Tasik Gemilang akan operasikan melayari rute Tanjung Kapal-Dumai PP. Tapi kapal itu sendiri sudah hampir dua tahun tidak docking, sehingga kita baru operasikan setelah dilaksanakan docking dan melengkapi dokumen pelayaran.(*)
Parlindungan | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






