Bank Indonesia meramal, tahun ini kredit perbankan Riau bakal tumbuh di kisaran 20 persen. Kondisi ekonomi Riau yang tak jauh beda dengan tahun lalu jadi penyebabnya.Hari mengatakan, perbankan dalam mengucurkan kreditnya sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi lokal.
Kondisi perekonomian Riau tahun ini yang diramal tak akan beda jauh dengan tahun lalu membuat BI yakin tahun ini ekonomi Riau dengan migas bakal tumbuh di kisaran 3,5-3,8 persen sementara tanpa Migas 7,3-7,7 persen.
“Kami perkirakan ekonomi Riau tumbuhnya hampir sama dengan tahun lalu karena kondisi ekonomi tahun ini juga tak jauh beda dengan tahun lalu,” ungkapnya.
Meski begitu menurut Hari, penyelenggaraan PON tahun ini plus masih berlangsungnya kegiatan investasi di sektor properti bisa jadi stimulus positif bagi ekonomi Riau. Di sisi lain, pertumbuhan ekspor non migas diperkirakan akan relatif terbatas sejalan dengan risiko pelemahan ekonomi global yang masih berlanjut.
Dari sisi sektoral BI meramal, sektor pertanian diperkirakan berpotensi tumbuh melambat sejalan dengan adanya prakiraan badai La Nina yang dapat mengganggu kinerja produksi tanaman perkebunan.
Motor penggerak perekonomian Riau diperkirakan bersumber dari sektor perdagangan sejalan dengan penyelenggaraan PON. Sementara, sektor industri pengolahan diindikasikan dapat menunjukkan resiliensi meskipun berpotensi melambat khususnya di semester pertama 2012.
Namun yang terpenting, kata Hari, kondisi ekonomi Riau sangat dipengaruhi oleh nasional sementara ekonomi nasional dipengaruhi ekonomi internasional. Kalau krisis eropa bisa ditangani dengan baik tahun ini maka pertumbuhan ekonomi Riau bisa berada di kisaran yang diperkirakan BI.
“Tapi kalau krisis eropa tak bisa diatasi maka bisa jadi ekonomi Riau tumbuh di bawah perkiraan kami,” ulasnya. (*)
Zuprianto | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






