Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Riau menyatakan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Riau pada tahun lalu mampu melampaui target dengan menembus Rp1,6 triliun. Pajak Kendaraan Bermotor mendominasi pemasukan PAD Provinsi Riau.
Hal itu diungkapkan Kepala Dispenda Riau, Said Mukri, kepada riaubisnis.com Jumat (6/12/2012).
Said Mukri mengatakan, selain dari pajak dan bea balik nama kendaraan bermotor, pendapatan lainnya berasal dari pajak air bawah tanah dan pajak bahan bakar.
“Realisasi PAD kita tahun lalu sebesar Rp 1,6 miliar dengan kata lain sudah melebihi target yang kita harapkan sebesar Rp 1,5 miliar. Paling besar berasal dari pajak kendaraan bermotor. Jadi realisasi PAD kita itu lebih dari 110 persen,” terangnya.
“Khusus untuk pajak, semuanya mencapai target. Tapi memang masih ada beberapa retribusi yang tidak mencapai target. Misalnya retribusi hasil penjualan bibit, pemakaian aset daerah dan retribusi lainnya,” tambahnya.
Melihat pencapaian target tahun lalu yang meningkat, maka Dispenda Riau optimis di 2012 target PAD bisa menembus setidaknya Rp 1,8 triliun. Dimana Pajak Kendaraan Bermotor tetap diandalkan jadi sumber utama pemasukan PAD Provinsi Riau.
“Kita optimis bisa mencapai target atau bahkan melebihinya, karena nanti semua kendaraan dinas juga membayar pajak,” tegasnya. (*)
Zuprianto | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






