Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Riau yakin Pendapatan Asli daerah (PAD) Riau tahun ini bisa tembus hingga Rp 2 triliun. Padahal yang ditargetkan 1,8 triliun, lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,5 triliun. “Kita optimis bisa mencapai target atau bahkan melebihinya, karena nanti semua kendaraan bermotor pelat merah juga akan kena pajak. Ini bisa meningkatkan PAD dari sektor penerimaan pajak,” ujar Kepala Dispenda Provinsi Riau, Said Mukri, kepada riaubisnis.com di sela-sela acara peresmian pembangunan Gedung Ball Room Hotel Aryaduta Pekanbaru, Rabu (25/1/2012).
Kata Said, sektor pajak seperti Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama memperlihatkan tren kenaikan tiap tahunnya. Hal ini karena tingginya angka penjualan kendaraan bermotor serta mutasi plat nomor kendaraan bermotor di Riau.
“Kalau angka penjualan kendaraan bermotor naik otomatis pajak juga naik, PAD juga ikut naik,” imbuh dia.
Selain dari pajak dan bea balik nama kendaraan bermotor, lanjut Said, pendapatan lainnya yang diandalkan Pemprov Riau untuk menghasilkan PAD berasal dari pajak air bawah tanah dan pajak bahan bakar.
“Tahun ini PAD targetnya sekitar Rp 1,8 triliun tapi kita yakin bisa tembus sampai Rp 2 triliun. Ini karena tingginya penerimaan daerah dari sektor pajak yang relatif naik dari tahun ke tahun,” kata Said. (*)
Zuprianto | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






