Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat, nilai ekspor Riau pada Mei 2010 mencapai US$ 1.075,01 juta. Atau naik sebesar 14,4 persen dibandingkan April 2010 yang mencapai US$ 939,67 juta. Secara komulatif nilai ekspor Januari-Mei 2010 sebesar US$ 5.039,36 juta.
“Atau naik sebesar 33,3 persen dibanding periode yang sama 2009 lalu sebesar US$ 3.708,41 juta. Kontribusi nilai ekspor Riau terhadap nasional Mei 2010 sebesar 8,58 persen dan pada Januari-Mei 2010 sebesar 8,39 persen,” ujar Kepala BPS Provinsi Riau, Abdul Manaf, kepada wartawan, Rabu (1/9/2010) di kantornya.
Manaf mengungkapkan ekspor migas pada Mei 2010 mencapai US$ 327,76 juta. Atau turun 14,78 persen dibanding ekspor migas bulan April 2010. Sedangkan selama Januari-Mei 2010 ekspor migas mencapai US$ 1.924,12 juta atau mengalami kenaikan sebesar 86,66 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
“Ekspor non migas bulan Mei 2010 mencapai US$ 747,25 juta atau naik 34,62 persen dibanding ekspor non migas bulan April 2010, komulatif selama Januari-Mei 2010 mencapai US$ 3.115,24 juta atau meningkat 13,30 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” urainya.
Selama Januari-Mei 2010, lanjut Manaf, ekspor non migas Riau didominasi oleh lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$ 1.893,40 juta (60,78 persen), diikuti oleh kertas dan karton sebesar US$ 493,43 juta (15,84 persen), serta bubur kayu/pulp US$ 383,96 juta (12,33 persen). Kontribusi ketiganya mencapai 88,94 persen dari total ekspor non migas Riau.
Ekspor non migas selama Januari-Mei 2010 paling tinggi ke India mencapai angka terbesar yaitu US$ 622,88 juta, diikuti China US$ 590,84 juta, Belanda US$ 274,04 juta, Malaysia US$ 216,58 juta, dan Italia US$ 152,95 juta dengan kontribusi kelimanya mencapai 59,62 persen terhadap keseluruhan ekspor non migas.
“Sementara menurut sektor, ekspor hasil pertanian, hasil industri dan hasil pertambangan dan lainnya selama Januari-Mei 2010 masing-masing meningkat sebesar 20,84 persen, 11,83 persen dan 176,63 persen dibanding periode yang sama tahun 2009,” jelas Manaf. (*)
Zuprianto | Edited by Mukhtar



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 







