Badan Pusat Statistik (BPS) Riau selama Januari 2012 lalu, Pekanbaru inflasi 1,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,00. Hal yang sama juga terjadi di Dumai dengan inflasi sebesar 0,46 persen dengan IHK sebasar 134,59.
Hal itu diungkapkan Kepala BPS Riau, Abdul Manaf, kepada wartawan di Pekanbaru, kemarin.
Inflasi yang terjadi di Pekanbaru dan Dumai masing-masing menduduki peringkat kelima dan ke-14 se Sumatera dari 16 kota yang menghitung IHK, serta pada peringkat 15 dan 47 dari 66 kota di Indonesia.
‘’Semua kota di Sumatera mengalami inflasi dan yang tertinggi di Pematang Siantar sebesar 2,85 persen dan terendah di Banda Aceh sebesar 0,02 persen,’’ ujar Abdul Manaf.
Di seluruh Indonesia, kata dia, juga terjadi inflasi dan yang tertinggi di Banjarmasin sebesar 2,92 persen dan terendah tetap di Banda Aceh 0,02 persen. Namun ada juga beberapa kota yang mengalami deflasi seperti Sorong 0,38 persen, Monokwari 0,31 persen, Ternate 0,14 persen dan Manado 0,13 persen.
Inflasi Pekanbaru disebabkan oleh peningkatan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 4,33 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,31 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,26 persen. Kelompok kesehatan 0,24 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga serat kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan masing-masing 0,08 persen.
Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi atau penurunan indeks harga adalah kelompok sandang sebesar 0,04 persen.
“Laju inflasi tahun kalender 2012 di Pekanbaru sama dengan inflasi anuari 2012 sebesar 1,26 persen, dan inflasi year on tear sebesar 4,33 persen. Di dumai, laju inflasi tahun kalendernya 0,46 persen dan inflasi year on year 1,52 persen,’’ urai Manaf. (*)
Zuprianto | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






