Bagi hermawan Kartajaya, sang pakar marketing ternama, di tahun ini pelaku bisnis harus berani melakukan ekspansi. Tapi, jangan lupakan 4 hal: quality, cost, delivery dan service. “Demand will not be a problem di tahun ini. Makanya, pelaku bisnis itu harus berani ekspansi, jangan takut soal permintaan, karena pasar tahun ini saya yakin sangat berkembang dan tumbuh pesat,” ujarnya pada acara Pekanbaru Service Execellence Award (PkSEA) 2012 di Hotel Ibis Pekanbaru, Rabu malam (1/2/2012).
Di hadapan ratusan orang yang memadati acaranya, Hermawan memaparkan bagaimana peluang bisnis di tahun naga air ini. Menurut dia, Meski pasar terus tumbuh di tahun 2012, pelaku bisnis, kata pendiri MarkPlus Inc ini diminta jangan terbuai. Mereka diminta harus menjaga quality dari produknya.
“Quality dari produk harus dijaga, lalu kembangkan produk sesuai kebutuhan pasar. Lalu jaga cost, jangan membengkak, analisa mana saja cost yang tak perlu. Lebih baik sedikit tapi berkulitas daripada banyak tapi enggak efisien. Tapi jangan potong biaya promosi yang efektif seperi lewat internet, karena media promosi seperti itu penting untuk brand Anda,” terangnya.
Jika ingin berhasil di tahun naga Air ini, Hermawan menyarankan pelaku bisnis harus pertahankan delivery dan service kepada costumer-nya. Proses delivery bisa memakai jasa media social yang berkembang di masyarakat.
“Banyak kok yang delivery produknya pakai Facebook, twitter dan media sosial lainya, itu untuk memudahkan costumer mengakses kebutuhannya akan produk kita. Dengan begitu kita bisa delivery produk dengan cepat, kalau costumer disuruh nunggu bisanya dia bakal bosan dan bisa ninggalin kita” ulasnya.
Hermawan juga mengingatkan, pelaku bisnis harus meningkatkan service. Caranya, kata dia, buat costumer senyaman mungkin. Tampung keluhan costumer, jangan dibedakan walau mereka itu costumer kecil.
“Tak selamanya yang besar itu adalah good costumer. Justru yang tak cerewet tapi dia loyal sama kita meski kecil, itu adalah good costumer, itu yang harus kita utamakan beri servis yang sangat memuaskan,” imbuhnya.
“Ingat, bisnis itu sebenarnya bukan duiut, bisnis itu ide, bagaimana memamahami kebutuhan pasar dan menginovasi produk kita. Bisnis itu adalah menelurkan ide kreatif. Tak sekedar menjual produk yang sudah ada dan memasarkannya. Harus ada inovasi di setiap langkah bisnis yang Anda lakukan,” kata dia.
“Kalau Anda cuma mengandalkan pasar yang ada, juga mempertahankan produk esensial Anda tanpa melakukan inovasi, yakinlah Anda akan ketinggalan, kaena pasar itu berkembang, butuh inovasi disitu kita harus menyesuaikan. Jika kita puas dengan yang sekarang cepat atau lambat kita akan dikalahkan competitor,” tambahnya.
“Jangan Cuma mengandalakan produk yang esensial. Produk yang sudah ada dan sudah ada yang apsar. Tetap harus dicari new costumer, dan cari good costumer, best costumer, next costumer. Di tahun 2012 rugi kalau tak merebut pasar,” tambahnya.
Bicara Riau
Hermawan yang kerap menjadi pembicara marketing di seminar level internasional ini, punya pandangan khusus melihat potensi Riau sangat kaya. Posisinya yang strategis dan industri yang tumbuh dan berkembang makin pesat jadi bukti Riau sangat diminati dunia bisnis.
“Pasar di luar jawa itu sangat potensial, apalagi Sumatera yang pertumbuhan ekonominya pesat sekali. Banyak pelaku industri mulai merambah ke sini. Dan itu satu hal yang pasti, itu menandakan berbisnis di sini menjanjikan,” katanya.
“Riau itu punya potensi yang besar. Letaknya di tengah-tengah Sumatera dan pertumbuhan ekonominya tinggi sering melewati nasuonal. Makanya kami berani buka Markplus di Pekanbaru,” tambahnya.
Meski banyak produk luar membanjiri, Hermawan memandang peluang pengusaha lokal untuk merebut pasar juga terbuka lebar. Asalkan berani berinovasi, berpikir kreatif, jangan takut kalah modal dan kehilangan momentum.
“Persaingan global itu tidak bisa kita cegah. Media komunikasi semakin banyak, apalagi ini zaman zamannya internet, semuanya bisa dipasarkan lewat internet. Kalau mau bersaing, produk lokal harus kreatif, inovatif, bagaimana merambah pasar yang makin berkembang. Jangan takut kalah modal karena tak semuanya bisnis itu modal duit melulu,” tuturnya.
“Produk dalam negeri juga harus ada proteksi, subisidi, tapi jangan terus-terusan minta sama pemerintah. Jadi manja gak mau berpikir kreatif merebut pasar,” selorohnya lagi. (*)
Zuprianto | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






