IHSG Jumat Diprediksi Melemah

E-mail Print PDF

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (27/1/2012) diprediksikan melemah karena profit taking dan tekanan jual. Buy on weakness saham-saham berikut ini. Pengamat pasar modal Alwi Assegaff dari Universal Broker memperkirakan, aksi ambil untung masih belum selesai.

 

“Tekanan jual masih akan menyulitkan IHSG) untuk kembali berada di atas 4.000. Indikator teknikal memperlihatkan pola deadcross pada stochastic, setelah sebelumnya pola shooting star terbentuk di candlestick-nya,” katanya di Jakarta, Kamis sore (26/1/2012) seperti dilansir INILAH.COM.

 

Kedua pola ini menguatkan konfirmasi IHSG masih didominasi pergerakan seller. “Potensi penurunan IHSG akan mengarah ke area support 3.900-3.924,” katanya, kepada INILAH.COM.

 

Sebenarnya, kata Alwi, sentimen positif dari bursa Wall Street lumayan kuat setelah Bank Sentral As The Fed memutuskan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah untuk memacu pertumbuhan.

 

Sementara untuk mencegah kekeringan likuiditas, The Fed masih akan meneruskan program pembelian obligasi pemerintah Amerika. Keputusan Fed membuat euro kembali menguat terhadap dolar AS.

 

Namun Eropa masih menunggu penyelesaian kesepakatan kreditur-kreditur Yunani dengan Uni Eropa (UE) dan Bank Sentral Eropa (ECB). Sebab, jika skema restrukturisasi utang Yunani yang diajukan para kreditur tak disetujui EU dan ECB, maka Yunani kembali beresiko selective default.

 

“Ini menyebabkan sentimen eksternal mixed dan pelaku pasar domestik lebih memilih untuk profit taking sementara ini,” lanjut Alwi.

 

Kondisi ini, lanjutnya, dengan kemungkinan penurunan IHSG berlanjut ke area 3.924-3.900, investor bersiap untuk bargain hunting. Yakni pada saham-saham yang tren jangka pendeknya masih bullish. Untuk itu, ia merekomendasikan beberapa saham.

 

Diantaranya Unilever Indonesia (UNVR), Astra International (ASII), Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI). “Buy on weakness saham-saham tersebut di atas,” Alwi merekomendasikan.

 

UNVR trennya masih bullish,saat ini sedang terkoreksi mendekati level support 20.100. Sedangkan saham-saham perbankan tertolong upgrade rating investasi, karena memudahkan pendanaan dengan menerbitkan subdebt atau obligasi.

 

“Mengingat perbankan sedang ‘dipaksa’ menurunkan deposit rate-nya, sementara ruang gerak untuk memaksimalkan margin penyaluran kredit terbatas,” paparnya.

 

Selain itu, Alwi juga merekomendasikan beli saham Antam (ANTM), yang berpotensi memecah level resistan 1.850. Ini terindikasi di TA-nya yang membentuk pola long wait candle stick, sementara stockhastic sedang mencoba bullish cross over.

 

“Selain itu juga disebabkan terus meningkatnya harga emas dunia hingga mencapai 1.700, berpotensi mengarah ke 1.750,” tandasnya.(*)

Parlindungan | Edited by Rbc

TRANSLATE
IHSG Jumat Diprediksi Melemah
IHSG Jumat Diprediksi Melemah
 
 

 


 


 


 


 


Copyright © 2010 RiauBisnis.com Portal News
50 thn Bank Panin
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/5
 

Majalah Venues Online

Convert  
ke 
 

Powered by JoomlaGadgets

 
 

Harga Bahan Olahan Karet (Bokar)

Periode :14 s/d 19 Mei 2012

 

Harga Bokar di Pabrik

Harga (Rp/Kg)

1

PT Rickry Pekanbaru

28.000

2

PT P&P Bangkinang

28.000

3

PT Tirta Sari Surya

28.000

4

PT Andalas Agrolestari

28.000

 

Sumber: Disbun Riau

 

Harga Kelapa Butiran dan Kopra

Periode :15 Mei 2012

No

Keterangan

Harga (Rp/Kg)

1

Kelapa bulat licin

1.033,33,-

2

Kopra mutu kering (100%)

5.00

3

Kopra mutu basah (80%)

3.100

4

Kopra mutu basah (60%)

3.000

 

Sumber: Disbun Riau

 

 

NAB

Danareksa: 11 Mei 2012
RIF RLF
NAB (Rp)
1,633.47 1,000.00
Hasil Investasi
30 hari terakhir (%)
0.380.34
1 thn terakhir (%)
5.32 4.89
Riil 1 thn terakhir (%)
- -
RIF : Riau Income Fund
RLF : Riau Liquid Fund

  TBS Sawit Periode :

16 s/d 22 Mei 2012

 Umur Tanaman (Tahun)

 TBS (Rp/Kg)

3

1.269,11

4

1.418,36

5

1.518,24

6

1.561,85

7

1.621,77

8

1.672,26

9

1.725,31

>=10

1.773.97

Sumber: Disbun Riau