PT Pengembangan Investasi Riau atau Riau Investment Corporation (RIC), dinilai Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebagai perusahaan daerah yang terbaik di Indonesia. Makanya, rencana pendirian badan usaha milik daerah (BUMD) di Tangerang Selatan, RIC satu-satunya BUMD di Indonesia yang layak dijadikan percontohan mereka.
“Ada beberapa perusahaan daerah di Indonesia yang menurut kami layak untuk dijadikan percontohan pendirian BUMD bersifat holding company. Ternyata, RIC-lah yang kami pilih untuk dicontoh,” terang Staf Ahli Bidang Ekonomi Setdako Tangerang Selatan, Ayi Ruhiyat, saat melakukan pertemuan rombongan Pemko Tangerang Selatan dengan Direktur Utama RIC beserta manajemen di Hotel The Premiere Pekanbaru, Kamis (17/11/2011).
Lebih jauh kata Ayi, pihaknya melalui Kantor Penanaman Modal Daerah (KPMD) Kota Tangerang Selatan, ingin mengetahui lebih jauh mengenai proses memaksimalkan penggalian potensi daerah dan upaya peningkatan pendapatan asli daerah Kota Tangerang Selatan melalui sebuah perusahaan daerah.
“Tidak itu saja, kami ingin mengetahui lebih jauh mengenai langkah-langkah dalam pendirian perusahaan daerah ke RIC. Menurut rencana, dalam waktu dekat, kami akan mendirikan perusahaan daerah berstatus holding company,” ujar Ayi.
Di Tingkat I Provinsi Banten, katanya, memiliki beberapa BUMD yang saat ini membutuhkan sentuhan lebih dalam lagi, agar perusahaan daerah tersebut bisa maju seperti RIC,” pujinya.
Dalam pemaparannya, Direktur Utama RIC, Rida K Liamsi menyambut baik kedatangan rombongan Pemko Tangerang Selatan melalui KPMD Kota Tangerang Selatan. Katanya, RIC mulai beroperasi Mei 2003. Pada tahun 2006, RIC beroperasi penuh sebagai holding company dengan melakukan konsolidasi dengan anak-anak perusahaan.
Menurut Rida, sejak awal RIC memang sudah dirancang sebagai sebuah holding company. Saat ini mempunyai 8 anak perusahaan dengan 5 bidang usaha, yakni pertambangan dan energi, perdagangan dan industri, telekomunikasi dan pariwisata, transportasi, dan jasa dan keuangan.
“Kita ada sejumah anak perusahaan dan divisi yang dapat dijadikan sebagai motor penggerak dalam pembantu penanam modal meraih pendapatan asli daerah. Anak perusahaan kita di antaranya adalah, PT Riau Power, PT Riau Multi Trade, PT Riau Consultan Global, dan Tanara. Sedangkan divisi, kita memiliki Divisi Multimedia dan Divisi Pertambangan dan Energi,” papar Rida.
Kata Rida, RIC didirikan atas pemegang saham 90 persen Pemda Propinsi Riau, dan 10 persen pemkab/kota di Riau. Saat ini Pemda Riau memegang 51 persen saham, dan pemkab kabupaten/kota 49 persen.
“Modal dasar ketika RIC didirikan sebesar Rp 40 miliar, dan modal setor Rp 10 miliar. Selama beroperasi, memang beberapa kali mengalami perubahan modal dasar dan modal setor. Saat ini modal dasarnya Rp 1 triliun, dan modal setornya Rp 300 miliar,” ujarnya.
Dalam menutup pembicaraanya, Rida sangat menekankan, image perusahaan daerah sebagai perusahaan yang selalu merugi, tidak ada sama sekali di RIC, hal ini dibuktikan dengan keseriusan RIC dalam bekerja dan komit meningkatkan pendapatan dari berbagai sektor.
“Nyatanya, di RIC selalu memberikan keuntungan yang cukup berarti. Dan ini sebagai tambahan pendapatan bagi penanam modal, yang kemudian, pendapatan tersebut dapat dijadikan sebagai program kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.(*)
Parlindungan | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 







