Sejak pekan lalu, Maskapai Riau Airlines (RAL) mengubah waktu penerbangan rute Pekanbaru-Melaka, Malaysia pulang pergi menjadi pagi hari seiring dengan tingginya minat masyarakat kedua negara yang ingin melakukan perjalanan.
“Terhitung sejak akhir pekan lalu kami mengubah waktu penerbangan reguler khusus rute Pekanbaru-Malaka pp setiap pukul 07.00 WIB dari Pekanbaru dan 09.20 waktu Malaysia dari Melaka," ujar Manager Komersil RAL, Rudi Arifin, dalam pers rilisnya yang diterima riaubisnis.com Senin (4/7/2010).
RAL sebelumnya melayani rute penerbangan reguler ke negeri jiran tersebut setiap pukul 08.00 WIB dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan pukul 10.30 waktu Malaysia dari Lapangan Terbang Antarabangsa Melaka.
Menurut Rudi, sebagian besar penumpang dari Pekanbaru adalah masyarakat Riau dan sekitarnya seperti dari Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Jambi yang ingin mendapatkan pelayanan medis dari sejumlah rumah sakit di Malaka.
Sedangkan penumpang yang dari Malaka ke Pekanbaru umumnya adalah para pelaku bisnis yang memiliki unit usahanya di Riau dan provinsi tetangga serta para tenaga kerja asing yang memiliki keahlian seperti pada bidang perkebunan, pengeboran minyak dan di sektor lapangan kerja lain.
Dengan mengubah waktu penerbangan itu diharapkan mereka yang melakukan perjalanan medis atau yang juga dikenal dengan "medicine tourism" dalam dunia pariwisata itu bisa lebih efektif dalam penggunaan waktu, begitu juga dengan para pelaku usaha dan ekspatriat.
“Jadi nanti mereka yang melakukan 'medical tourism' bisa langsung berobat ke sejumlah rumah sakit yang dituju di Melaka, begitu juga dengan para pebisnis yang ingin melakukan kegiatan usaha di Riau,” jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama RAL, Teguh Triyanto juga telah melakukan kesepakatan kerja sama dengan Gubernur Melaka Datuk Seri Mohamad Ali bin Mohamad Rustam Effendi seiring semakin tingginya minat masyarakat negeri jiran itu melakukan perjalanan ke sejumlah kota di Pulau Sumatera.
Selain itu, RAL juga berencana membuka sejumlah rute baru dengan penerbangan langsung dari negeri jiran itu ke sejumlah kota seperti rute Melaka-Medan, Sumatera Utara dan Melaka-Padang, Sumatera Barat selain rute yang telah ada Melaka-Pekanbaru.
“Kedua rute baru internasional itu kami jadwalkan dilayani mulai September 2010 menggunakan Foker 50, menyusul beroperasinya dua unit pesawat Boeing 737-500 yang kini dalam pengecatan dan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi pesawat di Jakarta,” ujar Teguh.
Kedua pesawat Boeing 737-500 yang disewa satu paket dengan perawatan pesawat dari salah satu perusahaan "leasing" itu akan dioperasikan untuk melayani rute Pekanbaru-Jakarta, Pekanbaru-Medan serta sejumlah rute domestik yang prospek. (*)
Zuprianto | Edited by Mukhtar



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






